{"id":166877,"date":"2026-02-18T17:34:12","date_gmt":"2026-02-18T09:34:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166877"},"modified":"2026-02-18T17:34:12","modified_gmt":"2026-02-18T09:34:12","slug":"nenek-di-kutai-timur-lawan-buaya-selamatkan-cucu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nenek-di-kutai-timur-lawan-buaya-selamatkan-cucu\/","title":{"rendered":"Nenek di Kutai Timur Lawan Buaya Selamatkan Cucu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"224\" data-end=\"506\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> \u2013 Keberanian seorang nenek berusia 65 tahun, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Ernawati<\/span><\/span>, menjadi sorotan setelah menyelamatkan cucunya yang masih berusia 10 tahun dari serangan buaya di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Selasa (17\/02\/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"508\" data-end=\"819\">Kejadian bermula saat cucunya, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Firman Anugrah<\/span><\/span>, tengah berenang di halaman rumah. Air sedang pasang, sehingga kondisi lebih berisiko. Tiba-tiba muncul buaya yang menyambar betis sang anak. Tanpa ragu, nenek Ernawati melompat dan menahan hewan buas itu, memastikan cucunya bisa lepas. \u201cCucu sedang berenang, tiba-tiba buaya muncul. Nenek langsung menolong dan berhasil menahan buaya supaya cucunya aman,\u201d ujar Kapolsek Bengalon, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">AKP Asriadi<\/span><\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1011\" data-end=\"1360\">Namun saat upaya penyelamatan berlangsung, nenek Ernawati juga diserang buaya. Beruntung, tetangga mereka, Fatmawati (44), datang membantu. Keduanya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan perawatan. \u201cCucu mengalami luka paling parah, neneknya cedera di tangan kanan. Kini keduanya sudah stabil,\u201d kata Asriadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1362\" data-end=\"1710\">Insiden ini menjadi peringatan bagi warga Bengalon, yang banyak tinggal di sekitar rawa sehingga kerap bersinggungan dengan buaya. Beberapa kali buaya sampai masuk ke halaman rumah warga. Pihak kepolisian dan BPBD telah berkoordinasi untuk menindaklanjuti insiden ini, termasuk rencana relokasi buaya seperti yang pernah diterapkan di Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1712\" data-end=\"2028\">Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di air dan memperhatikan papan peringatan di area rawan buaya. Keberanian nenek Ernawati menjadi contoh nyata aksi heroik demi keselamatan keluarga, sekaligus mengingatkan warga tentang pentingnya kewaspadaan di sekitar habitat buaya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1712\" data-end=\"2028\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Keberanian seorang nenek berusia 65 tahun, Ernawati, menjadi sorotan setelah menyelamatkan cucunya yang masih berusia 10 tahun dari serangan buaya di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Selasa (17\/02\/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Kejadian bermula saat cucunya, Firman Anugrah, tengah berenang di halaman rumah. Air sedang pasang, sehingga kondisi lebih berisiko. Tiba-tiba muncul &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166878,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[],"class_list":["post-166877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166877"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166877\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166879,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166877\/revisions\/166879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}