{"id":166993,"date":"2026-02-19T12:37:03","date_gmt":"2026-02-19T04:37:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166993"},"modified":"2026-02-19T12:37:03","modified_gmt":"2026-02-19T04:37:03","slug":"zero-hotspot-hari-ini-ancaman-tetap-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/zero-hotspot-hari-ini-ancaman-tetap-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Zero Hotspot Hari Ini, Ancaman Tetap Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MEMPAWAH <\/strong>\u2013 Kabupaten Mempawah untuk sementara dinyatakan bersih dari titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data pemantauan terbaru menunjukkan wilayah ini berada dalam status zero hotspot. Meski demikian, aparat penanggulangan bencana memastikan pengawasan tidak akan dikendurkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris BPBD Mempawah, Purwadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan per 19 Februari 2026 tidak mendeteksi adanya titik api di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPantauan sistem hari ini menunjukkan tidak ada hotspot di Mempawah. Kondisi ini tentu patut disyukuri,\u201d kata Purwadi, Kamis (19\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun ia menegaskan, nihilnya titik api bukan berarti ancaman telah sepenuhnya hilang. Satuan Tugas karhutla tetap melakukan patroli lapangan secara berkala, khususnya di area yang sebelumnya pernah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tetap turun ke lapangan untuk memastikan situasi benar-benar aman. Bekas lokasi kebakaran menjadi prioritas pemantauan agar tidak muncul api baru,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Purwadi, langkah cepat menjadi kunci jika sewaktu-waktu muncul titik api baru. Respons dini dinilai mampu mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang sangat rentan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain upaya aparat, BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama menjelang musim kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk pertanian atau perkebunan. Cara tersebut sangat berisiko, apalagi di wilayah gambut,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering atau kawasan hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHal kecil seperti membuang rokok menyala bisa menjadi pemicu kebakaran besar. Kewaspadaan harus ditingkatkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD berharap masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau potensi munculnya titik api di sekitar tempat tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSegera informasikan kepada petugas jika melihat indikasi kebakaran dan patuhi seluruh arahan selama status siaga diberlakukan,\u201d pungkas Purwadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski saat ini Mempawah berada dalam kondisi aman, kewaspadaan bersama tetap menjadi kunci agar wilayah tersebut benar-benar terbebas dari ancaman karhutla sepanjang musim. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPAWAH \u2013 Kabupaten Mempawah untuk sementara dinyatakan bersih dari titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data pemantauan terbaru menunjukkan wilayah ini berada dalam status zero hotspot. Meski demikian, aparat penanggulangan bencana memastikan pengawasan tidak akan dikendurkan. Sekretaris BPBD Mempawah, Purwadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan per 19 Februari 2026 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":166994,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,34],"tags":[189],"class_list":["post-166993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-karhutla"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166993"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166995,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166993\/revisions\/166995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}