{"id":167042,"date":"2026-02-19T14:42:22","date_gmt":"2026-02-19T06:42:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167042"},"modified":"2026-02-19T14:42:22","modified_gmt":"2026-02-19T06:42:22","slug":"jalan-tambang-berau-coal-didesain-ulang-logistik-makin-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-tambang-berau-coal-didesain-ulang-logistik-makin-cepat\/","title":{"rendered":"Jalan Tambang Berau Coal Didesain Ulang, Logistik Makin Cepat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU<\/strong> \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau langsung proyek pengalihan Jalan Gurimbang-Talisayan milik PT Berau Coal, Rabu (18\/02\/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memantau progres pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur jalan tambang tetap aman dan efisien bagi transportasi logistik di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa proyek ini mengalami sejumlah penyesuaian desain dibandingkan rencana awal. \u201cKami ingin melihat langsung bagaimana pembangunan berlangsung, memastikan aspek keselamatan dan kelancaran operasional kendaraan logistik tetap menjadi prioritas,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu perubahan paling signifikan terlihat pada panjang trase jalan, yang bertambah dari 4,7 kilometer menjadi total 7,6 kilometer. Meskipun demikian, menurut Bambang, penambahan jarak ini tidak menghambat ritme pengangkutan material.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMeski jalur lebih panjang, perhitungan teknis kami menunjukkan waktu tempuh justru lebih efisien. Kendaraan logistik bisa melaju dengan stabil, lebih aman, dan tidak terlalu membebani mesin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desain baru jalan dibuat lebih lurus dan landai dibanding jalur lama yang berkelok dan curam, sehingga kendaraan dapat mempertahankan kecepatan optimal. Selain itu, bahu jalan diperlebar dari dua meter menjadi 2,5 meter untuk memberikan ruang manuver lebih aman bagi pengemudi jika terjadi situasi darurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLebar badan jalan utama tetap tujuh meter, cukup untuk arus dua arah kendaraan besar. Semua perubahan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengendara unit operasional,\u201d tambah Bambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, juga ikut meninjau kawasan Berau Coal. Menurutnya, pengalihan jalan ini sangat krusial karena menjadi jalur vital bagi logistik tambang dan mendukung kelancaran perekonomian daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan desain yang lebih baik, distribusi material dapat dilakukan lebih cepat dan aman. Ini penting untuk mendukung produktivitas dan ritme kerja perusahaan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan ESDM Kaltim menegaskan bahwa pemerintah provinsi memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan infrastruktur tambang, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan keselamatan bagi pengguna jalan. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau langsung proyek pengalihan Jalan Gurimbang-Talisayan milik PT Berau Coal, Rabu (18\/02\/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memantau progres pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur jalan tambang tetap aman dan efisien bagi transportasi logistik di kawasan tersebut. Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":167044,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-167042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167042"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167042\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167045,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167042\/revisions\/167045"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}