{"id":167416,"date":"2026-02-21T14:24:21","date_gmt":"2026-02-21T06:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167416"},"modified":"2026-02-21T14:24:21","modified_gmt":"2026-02-21T06:24:21","slug":"rp205-miliar-untuk-aspal-jalan-penghubung-tiga-kecamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rp205-miliar-untuk-aspal-jalan-penghubung-tiga-kecamatan\/","title":{"rendered":"Rp20,5 Miliar untuk Aspal Jalan Penghubung Tiga Kecamatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAPUAS HULU &#8211; <\/strong>Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mempercepat penyelesaian peningkatan ruas jalan Simpang Menendang\u2013Nanga Temenang di Kecamatan Pengkadan. Targetnya, sebelum Hari Raya Idulfitri 2026, jalan sepanjang 3,5 kilometer tersebut sudah teraspal dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek peningkatan jalan itu dibiayai melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) untuk penanganan jalan daerah dengan total anggaran sebesar Rp20,5 miliar. Saat ini, pekerjaan pengaspalan tengah berlangsung di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyatakan progres pekerjaan terus dipantau agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya percepatan karena ruas tersebut merupakan jalur vital penghubung beberapa kecamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami menargetkan sebelum Lebaran proses pengaspalan sudah rampung. Saat ini pekerjaan sedang berjalan dan terus kami awasi agar selesai tepat waktu,\u201d ujar Fransiskus Diaan di Putussibau, Jumat (20\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, ruas Simpang Menendang\u2013Nanga Temenang memiliki peran strategis karena menjadi akses penghubung Kecamatan Pengkadan dengan Kecamatan Jongkong dan Selimbau. Selama ini, kondisi jalan yang belum optimal kerap menjadi kendala mobilitas warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan antarwilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fransiskus menegaskan bahwa penyelesaian proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai diyakini akan memperlancar arus transportasi barang dan jasa serta menekan biaya distribusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKetika akses transportasi semakin baik, pergerakan orang dan barang menjadi lebih lancar. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha di Jongkong dan Selimbau,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tetap mengedepankan kualitas konstruksi sesuai spesifikasi teknis. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan mutu jalan yang dibangun tahan lama dan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal proses pembangunan ini. Dukungan semua pihak penting agar pekerjaan di lapangan berjalan tertib dan hasilnya benar-benar berkualitas,\u201d tegas Fransiskus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap ruas jalan itu sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri, sehingga mobilitas warga semakin aman, nyaman, dan efisien. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAPUAS HULU &#8211; Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mempercepat penyelesaian peningkatan ruas jalan Simpang Menendang\u2013Nanga Temenang di Kecamatan Pengkadan. Targetnya, sebelum Hari Raya Idulfitri 2026, jalan sepanjang 3,5 kilometer tersebut sudah teraspal dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Proyek peningkatan jalan itu dibiayai melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) untuk penanganan jalan daerah dengan total anggaran sebesar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":167417,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[],"class_list":["post-167416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167416"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167418,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167416\/revisions\/167418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}