{"id":167478,"date":"2026-02-21T17:30:16","date_gmt":"2026-02-21T09:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167478"},"modified":"2026-02-21T17:30:16","modified_gmt":"2026-02-21T09:30:16","slug":"marthin-billa-dorong-industri-kakao-untuk-tingkatkan-ekonomi-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/marthin-billa-dorong-industri-kakao-untuk-tingkatkan-ekonomi-desa\/","title":{"rendered":"Marthin Billa Dorong Industri Kakao untuk Tingkatkan Ekonomi Desa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BULUNGAN <\/b>\u2013 Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Utara, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., melakukan kunjungan langsung ke perkebunan kakao milik Kelompok Tani Masyarakat Antutan di Kabupaten Bulungan, Jumat (20\/02\/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat serta peningkatan kesejahteraan petani lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungannya, Marthin Billa menekankan bahwa kakao memiliki potensi strategis sebagai salah satu komoditas unggulan yang bisa menopang ekonomi pedesaan. \u201cKakao dapat dipanen sepanjang tahun, memberikan kepastian pendapatan bagi petani, berbeda dengan komoditas musiman lainnya,\u201d ujarnya saat berdialog dengan kelompok tani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan industri hilir. Dengan pengelolaan yang tepat, kakao tidak hanya dijual sebagai bahan baku mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti cokelat, pasta kakao, dan olahan pangan lainnya. Hal ini diyakini bisa meningkatkan daya saing petani sekaligus memperluas peluang ekonomi di tingkat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama kunjungan, Marthin Billa mendengar langsung berbagai aspirasi dan kendala para petani, mulai dari ketersediaan bibit unggul, pupuk, perawatan tanaman, hingga akses pemasaran hasil panen. Ia menegaskan bahwa kebijakan pertanian harus lahir dari lapangan, bukan hanya dari meja perkantoran. \u201cNegara harus hadir di kebun, di sawah, dan di tengah-tengah petani agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan mereka,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, Marthin Billa menekankan perlunya membangun ekosistem pertanian yang komprehensif: produksi berkualitas, pengolahan pascapanen, serta jaringan distribusi yang menguntungkan petani. Dengan langkah ini, posisi petani dalam rantai nilai bisa semakin kuat, sementara kesejahteraan mereka terjamin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi para anggota Kelompok Tani Masyarakat Antutan, kehadiran Marthin Billa menjadi motivasi sekaligus harapan agar perhatian pemerintah dapat diwujudkan dalam program nyata, baik melalui pelatihan, bantuan sarana produksi, maupun akses pasar. Marthin berkomitmen membawa hasil temuan lapangan untuk diperjuangkan di tingkat pusat, dengan tujuan menjadikan Kalimantan Utara sebagai salah satu sentra kakao nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKesejahteraan petani adalah kunci. Jika petani sejahtera, desa akan kuat. Desa kuat, daerah maju, dan negara pun kokoh,\u201d tutupnya, menegaskan hubungan erat antara pembangunan ekonomi lokal dan keberlanjutan sektor pertanian. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Utara, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., melakukan kunjungan langsung ke perkebunan kakao milik Kelompok Tani Masyarakat Antutan di Kabupaten Bulungan, Jumat (20\/02\/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat serta peningkatan kesejahteraan petani lokal. Dalam kunjungannya, Marthin Billa menekankan bahwa kakao &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":167479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[],"class_list":["post-167478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167480,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167478\/revisions\/167480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}