{"id":167573,"date":"2026-02-22T11:29:15","date_gmt":"2026-02-22T03:29:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167573"},"modified":"2026-02-22T11:29:15","modified_gmt":"2026-02-22T03:29:15","slug":"pemilik-pergi-berbuka-api-melahap-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemilik-pergi-berbuka-api-melahap-rumah\/","title":{"rendered":"Pemilik Pergi Berbuka, Api Melahap Rumah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"220\"><strong>KETAPANG<\/strong> \u2013 Kebakaran hebat melahap satu unit rumah di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Sabtu (21\/02\/2026) petang, tepat setelah waktu berbuka puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"222\" data-end=\"566\">Peristiwa tersebut mengejutkan warga yang tengah menjalankan ibadah Ramadan. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap hampir seluruh bangunan. Saat api berhasil dijinakkan, rumah tersebut nyaris rata dengan tanah. Bagian yang masih berdiri hanya sebagian dinding dan area dapur, sementara puing-puing berserakan di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"568\" data-end=\"805\">Sri, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, menuturkan dirinya mengetahui kejadian itu saat suasana magrib masih terasa khusyuk. Ia mengaku sedang membaca Al-Qur\u2019an usai menunaikan salat magrib ketika teriakan warga memecah keheningan. \u201cSaya sedang mengaji setelah salat magrib. Tiba-tiba terdengar teriakan kebakaran dari luar, suasana langsung panik,\u201d katanya saat ditemui di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"966\" data-end=\"1130\">Menurutnya, rumah tersebut dalam keadaan kosong saat api mulai berkobar. Pemilik rumah diketahui sedang menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman keluarganya. \u201cPemiliknya tidak ada di rumah. Mereka sedang berbuka puasa bersama keluarga saat kejadian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1235\" data-end=\"1394\">Warga lain, Nur, mengungkapkan sempat mendengar suara menyerupai ledakan sebelum api membesar. Suara tersebut, katanya, terdengar dari arah bagian depan rumah. \u201cSempat terdengar bunyi seperti letupan kecil, mirip petasan. Tidak lama setelah itu api langsung membesar,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1516\" data-end=\"1699\">Warga yang menyaksikan kobaran api segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, armada damkar tiba dan melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1701\" data-end=\"1899\">Dugaan sementara, kebakaran dipicu gangguan instalasi listrik di bagian meteran KWH. Indikasi tersebut muncul karena titik awal api terlihat dari bagian depan rumah yang juga disertai suara letupan. \u201cKemungkinan besar dari meteran listrik di depan, karena api pertama kali terlihat di sana,\u201d ucap Nur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2005\" data-end=\"2182\">Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga Sabtu malam (21 Februari 2026), pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2005\" data-end=\"2182\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG \u2013 Kebakaran hebat melahap satu unit rumah di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Sabtu (21\/02\/2026) petang, tepat setelah waktu berbuka puasa. Peristiwa tersebut mengejutkan warga yang tengah menjalankan ibadah Ramadan. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap hampir seluruh bangunan. Saat api berhasil dijinakkan, rumah tersebut nyaris rata &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":167574,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-167573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167575,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167573\/revisions\/167575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}