{"id":167642,"date":"2026-02-22T15:53:29","date_gmt":"2026-02-22T07:53:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167642"},"modified":"2026-02-22T15:53:29","modified_gmt":"2026-02-22T07:53:29","slug":"52-cabor-berau-lolos-pra-porprov-fasilitas-jadi-tantangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/52-cabor-berau-lolos-pra-porprov-fasilitas-jadi-tantangan\/","title":{"rendered":"52 Cabor Berau Lolos Pra Porprov, Fasilitas Jadi Tantangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"289\" data-end=\"560\"><strong>BERAU<\/strong> \u2013 Kondisi sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Berau masih memprihatinkan. Keterbatasan dana pembangunan, prioritas anggaran ke sektor lain, dan minimnya perawatan fasilitas menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan olahraga di daerah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"562\" data-end=\"758\">Situasi ini bukan hanya menahan laju pembinaan atlet berprestasi, tetapi juga menurunkan motivasi masyarakat untuk aktif berolahraga, serta berdampak pada kualitas pendidikan jasmani di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"760\" data-end=\"1046\">Ketua KONI Berau, Taufan Madjid, menekankan bahwa minimnya fasilitas menjadi hambatan serius dalam meningkatkan prestasi atlet. Menurutnya, hingga kini sarpras olahraga di Berau masih terbatas dan belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pembinaan berbagai cabang olahraga (cabor).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1048\" data-end=\"1259\">\u201cFasilitas yang ada saat ini belum sebanding dengan potensi atlet kita. Banyak cabor yang membutuhkan tempat latihan memadai, tapi kenyataannya sarpras masih jauh dari cukup,\u201d ungkap Taufan, Sabtu (21\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1261\" data-end=\"1459\">Meski begitu, perkembangan olahraga Berau menunjukkan tren positif. Sebanyak 52 cabor berhasil lolos babak kualifikasi Pra Porprov dan dipastikan akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1461\" data-end=\"1633\">\u201cIni tentu membanggakan, tapi sekaligus menjadi tantangan. Kita harus memastikan atlet punya tempat dan sarana latihan yang layak agar bisa bersaing maksimal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1635\" data-end=\"1929\">Taufan menegaskan, fasilitas latihan yang representatif sangat krusial, tidak hanya dari sisi teknis dan fisik, tetapi juga kesiapan mental atlet sebelum bertanding di ajang bergengsi tingkat provinsi. \u201cKalau fasilitas terbatas, jangan harap potensi mereka bisa tampil maksimal,\u201d kata Taufan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1931\" data-end=\"2322\">Meski demikian, ia memberi apresiasi kepada Pemkab Berau yang mulai melakukan langkah konkret, termasuk rencana pembangunan sirkuit permanen di Bumi Batiwakkal. Menurutnya, pembangunan sirkuit ini bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi peluang untuk membina atlet otomotif secara berkelanjutan, bahkan berpotensi menjadikan Berau tuan rumah berbagai kejuaraan di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2324\" data-end=\"2563\">\u201cKami sangat mendukung pembangunan sirkuit permanen ini. Ini langkah nyata yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Berau, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet dan masyarakat untuk semakin serius mengembangkan olahraga,\u201d pungkas Taufan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2324\" data-end=\"2563\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Kondisi sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Berau masih memprihatinkan. Keterbatasan dana pembangunan, prioritas anggaran ke sektor lain, dan minimnya perawatan fasilitas menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan olahraga di daerah ini. Situasi ini bukan hanya menahan laju pembinaan atlet berprestasi, tetapi juga menurunkan motivasi masyarakat untuk aktif berolahraga, serta berdampak pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":167643,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[],"class_list":["post-167642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167642"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167644,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167642\/revisions\/167644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}