{"id":167674,"date":"2026-02-23T09:31:13","date_gmt":"2026-02-23T01:31:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167674"},"modified":"2026-02-23T09:31:13","modified_gmt":"2026-02-23T01:31:13","slug":"menjelang-buka-puasa-18-kios-pasar-labuan-ludes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menjelang-buka-puasa-18-kios-pasar-labuan-ludes\/","title":{"rendered":"Menjelang Buka Puasa, 18 Kios Pasar Labuan Ludes!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"262\"><strong>BANTEN<\/strong> \u2014 Menjelang waktu berbuka puasa, kepanikan melanda Pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (22\/02\/2026). Deretan kios di Pasar Baru Labuan dilalap api dalam hitungan menit. Sedikitnya 18 kios dilaporkan hangus terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"264\" data-end=\"377\">Kepala Bidang Damkar BPBD-PK Pandeglang, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Endan Permana<\/span><\/span>, membenarkan peristiwa tersebut. \u201cBenar, sekitar 18 kios terdampak kebakaran di Pasar Baru Labuan sore tadi,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"484\" data-end=\"754\">Insiden terjadi sekitar pukul 17.40 WIB, ketika aktivitas pedagang masih berlangsung dan sebagian warga bersiap menyambut azan Magrib. Api diduga berasal dari korsleting arus listrik yang kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan kios yang sebagian besar berbahan kayu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"756\" data-end=\"983\">Menurut Endan, sebelum api membesar, warga melihat kepulan asap hitam pekat membumbung dari salah satu kios. \u201cDugaan awal karena hubungan arus pendek listrik. Api kemudian langsung merambat ke bangunan di sekitarnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"985\" data-end=\"1227\">Warga sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun material kayu yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi. \u201cTim langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan proses pendinginan agar tidak muncul titik api baru,\u201d kata Endan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1353\" data-end=\"1548\">Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. \u201cTotal kerugian ditaksir kurang lebih Rp300 juta,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1550\" data-end=\"1737\">Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan instalasi listrik secara berkala, terutama di kawasan pasar tradisional yang padat dan menggunakan banyak sambungan listrik tambahan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1550\" data-end=\"1737\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN \u2014 Menjelang waktu berbuka puasa, kepanikan melanda Pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (22\/02\/2026). Deretan kios di Pasar Baru Labuan dilalap api dalam hitungan menit. Sedikitnya 18 kios dilaporkan hangus terbakar. Kepala Bidang Damkar BPBD-PK Pandeglang, Endan Permana, membenarkan peristiwa tersebut. \u201cBenar, sekitar 18 kios terdampak kebakaran di Pasar Baru Labuan sore tadi,\u201d &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":167675,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,17,35],"tags":[],"class_list":["post-167674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167674"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167676,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167674\/revisions\/167676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}