{"id":167759,"date":"2026-02-23T15:39:14","date_gmt":"2026-02-23T07:39:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167759"},"modified":"2026-02-23T15:39:14","modified_gmt":"2026-02-23T07:39:14","slug":"24-jam-siaga-satlantas-tekan-aksi-balapan-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/24-jam-siaga-satlantas-tekan-aksi-balapan-ilegal\/","title":{"rendered":"24 Jam Siaga! Satlantas Tekan Aksi Balapan Ilegal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"210\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Langkah tegas Satlantas Polres Bontang menahan sepeda motor pelaku balap liar mulai menunjukkan hasil. Sepanjang Ramadan ini, jalanan yang sebelumnya kerap dipadati aksi kebut-kebutan kini relatif lebih tenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"212\" data-end=\"400\">Pendekatan represif berupa penyitaan kendaraan dinilai memberi efek jera. Hingga pekan ketiga Februari 2026, tercatat delapan unit sepeda motor diamankan karena digunakan untuk balap liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"402\" data-end=\"603\">Patroli rutin terus digencarkan, terutama pada jam dan hari yang selama ini dianggap rawan. Menariknya, akhir pekan yang biasanya menjadi puncak aktivitas balap liar justru terpantau nihil pelanggaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"605\" data-end=\"777\">Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi mewakili Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan hasil pengawasan intensif di lapangan. \u201cBiasanya akhir pekan menjadi waktu paling rawan. Namun pada akhir pekan terakhir ini tidak ditemukan aktivitas balap liar,\u201d ungkapnya, Minggu (22\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"938\" data-end=\"1206\">Meski kondisi cenderung kondusif, kepolisian memastikan tidak akan lengah. Personel disiagakan penuh selama 24 jam dan ditempatkan di sejumlah ruas yang kerap dijadikan arena balapan ilegal, seperti Jalan Cipto Mangunkusumo, Ahmad Yani, Bhayangkara, hingga R Suprapto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1208\" data-end=\"1298\">Selain itu, kawasan Tugu Selamat Datang dan Kilometer 3 juga masuk dalam pengawasan ketat. \u201cKami tetap melakukan pemantauan berkelanjutan di titik-titik yang berpotensi digunakan untuk balap liar. Delapan kendaraan sudah diamankan dan kami berharap jumlahnya tidak bertambah karena konsekuensinya cukup berat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1533\" data-end=\"1738\">Dari delapan kendaraan yang disita, mayoritas pengendara diketahui tidak mengantongi SIM maupun STNK. Selain motor ditahan, para pelanggar juga dikenakan sanksi tilang dan denda sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1740\" data-end=\"1931\">Polisi juga mendorong partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi balap liar. Penanganan di lapangan, kata dia, dilakukan secara persuasif tanpa tindakan kekerasan. \u201cKami mengedepankan pendekatan humanis saat membubarkan kerumunan, namun tetap tegas dalam penindakan,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2050\" data-end=\"2242\">Dengan pola pengawasan berlapis dan dukungan warga, aparat berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung lebih tertib tanpa gangguan aksi kebut-kebutan yang membahayakan pengguna jalan lainnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2050\" data-end=\"2242\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Langkah tegas Satlantas Polres Bontang menahan sepeda motor pelaku balap liar mulai menunjukkan hasil. Sepanjang Ramadan ini, jalanan yang sebelumnya kerap dipadati aksi kebut-kebutan kini relatif lebih tenang. Pendekatan represif berupa penyitaan kendaraan dinilai memberi efek jera. Hingga pekan ketiga Februari 2026, tercatat delapan unit sepeda motor diamankan karena digunakan untuk balap liar. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":167760,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,17,26],"tags":[],"class_list":["post-167759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167759"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167761,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167759\/revisions\/167761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}