{"id":167863,"date":"2026-02-24T10:06:14","date_gmt":"2026-02-24T02:06:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=167863"},"modified":"2026-02-24T10:06:14","modified_gmt":"2026-02-24T02:06:14","slug":"nyaris-terlindas-remaja-masuk-kolong-bus-saat-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nyaris-terlindas-remaja-masuk-kolong-bus-saat-hujan\/","title":{"rendered":"Nyaris Terlindas! Remaja Masuk Kolong Bus Saat Hujan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"258\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> \u2013 Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangkalan pada Senin (24\/2\/2026) malam nyaris berujung petaka. Seorang remaja pengendara motor terseret hingga masuk ke kolong bus di Jalan Soekarno-Hatta setelah kehilangan kendali di jalanan yang licin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"260\" data-end=\"519\">Peristiwa menegangkan itu terjadi saat LS (14), warga Kelurahan Demangan, melaju dari arah pusat kota menuju Kecamatan Socah dengan sepeda motor bernomor polisi M 4130 GI. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat permukaan aspal menjadi licin dan berbahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"521\" data-end=\"666\">Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika korban tidak mampu menjaga keseimbangan kendaraannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"668\" data-end=\"843\">\u201cKorban diduga kehilangan kontrol karena kondisi jalan licin akibat hujan deras. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian tergelincir,\u201d jelas Agung Intama, Selasa (24\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"845\" data-end=\"1105\">Pada saat bersamaan, sebuah Bus TransJatim Koridor V melintas dari arah Terminal Bangkalan. Bus tersebut hendak berputar arah ke utara dan posisinya melintang di badan jalan. Dalam hitungan detik, motor yang terjatuh itu meluncur dan masuk ke bagian bawah bus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1107\" data-end=\"1214\">\u201cKetika bus sedang berputar arah, korban yang jatuh itu terseret dan masuk ke kolong kendaraan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1216\" data-end=\"1421\">Situasi sempat membuat pengguna jalan sekitar panik. Beruntung, sopir bus sigap menghentikan laju kendaraan begitu menyadari ada insiden di bawah kendaraannya. Tindakan cepat itu mencegah korban terlindas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1423\" data-end=\"1541\">Meski selamat, tubuh remaja tersebut sempat tersangkut di bagian mesin bawah bus sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1543\" data-end=\"1711\">\u201cPetugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Korban dalam keadaan sadar dan segera dibawa ke RSUD Syamrabu untuk pemeriksaan lebih lanjut,\u201d ungkap Agung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1713\" data-end=\"1913\">Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban hanya mengalami luka ringan akibat terjatuh dari sepeda motor. Polisi pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1915\" data-end=\"2161\">Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa hujan deras bukan sekadar gangguan cuaca, tetapi juga ancaman nyata di jalan raya. Dalam kondisi licin dan jarak pandang terbatas, risiko kecelakaan meningkat drastis, terlebih bagi pengendara roda dua. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1915\" data-end=\"2161\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR \u2013 Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangkalan pada Senin (24\/2\/2026) malam nyaris berujung petaka. Seorang remaja pengendara motor terseret hingga masuk ke kolong bus di Jalan Soekarno-Hatta setelah kehilangan kendali di jalanan yang licin. Peristiwa menegangkan itu terjadi saat LS (14), warga Kelurahan Demangan, melaju dari arah pusat kota menuju Kecamatan Socah dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":167865,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9290,35],"tags":[],"class_list":["post-167863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jawa-timur","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167863"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167867,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167863\/revisions\/167867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}