{"id":168153,"date":"2026-02-25T15:00:56","date_gmt":"2026-02-25T07:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168153"},"modified":"2026-02-25T15:00:56","modified_gmt":"2026-02-25T07:00:56","slug":"tarakan-bergerak-cepat-pejabat-kecamatan-diminta-tak-lamban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tarakan-bergerak-cepat-pejabat-kecamatan-diminta-tak-lamban\/","title":{"rendered":"Tarakan Bergerak Cepat, Pejabat Kecamatan Diminta Tak Lamban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"293\" data-end=\"566\"><strong>TARAKAN<\/strong> \u2013 Wali Kota Tarakan, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Khairul<\/span><\/span>, menegaskan bahwa birokrasi kota harus berlari kencang mengikuti perubahan zaman. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Akselerasi Kinerja dan Inovasi Pejabat Kecamatan, Rabu (25\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"568\" data-end=\"801\">\u201cKita tidak bisa lagi bekerja seperti dulu. Inovasi sekarang bukan sekadar nilai tambah, tapi sebuah keharusan! Aparatur harus siap menghadapi perubahan dan menjadikannya energi untuk memperbaiki pelayanan publik,\u201d tegas Wali Kota sebagailamana dilansir laman resmi Pemerintah Kota Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"803\" data-end=\"1052\">Acara yang bertema \u201cTransformasi Kinerja: Kepemimpinan, Kreativitas dan Inovasi Pelayanan Publik\u201d itu dihadiri para camat dan pejabat struktural kecamatan. Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kecepatan dan responsivitas pelayanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1054\" data-end=\"1362\">\u201cPelayanan tidak cukup hanya sesuai prosedur. Warga butuh jawaban nyata dan cepat,\u201d ujar Khairul. Ia mencontohkan pengalaman pandemi COVID-19 sebagai pelajaran penting. \u201cSaat krisis melanda, kita tidak bisa berhenti. Aparatur harus beradaptasi, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1364\" data-end=\"1574\">Koordinasi antar unsur juga menjadi sorotan. \u201cCamat harus bekerja sama dengan Forkopimcam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Ini fondasi kita untuk menjaga stabilitas sosial dan daya tahan daerah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1576\" data-end=\"1814\">Tak kalah penting, Wali Kota menyinggung persoalan pembangunan ilegal di Kecamatan Tarakan Timur. \u201cJangan tunggu masalah membesar. Deteksi dini itu kunci. Jika ada pembangunan ilegal, segera ambil tindakan tegas tapi terukur,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1816\" data-end=\"2101\">Di akhir arahan, Wali Kota mengingatkan pejabat kecamatan untuk menjadi teladan. \u201cAnda adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Layani dengan humanis, tapi jangan ragu untuk tegas dan solutif. Profesionalisme dan orientasi pada kepentingan publik harus jadi pegangan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2103\" data-end=\"2274\">Kegiatan ini menegaskan bahwa reformasi birokrasi di Tarakan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah aksi nyata yang menuntut seluruh aparatur bergerak cepat dan kreatif. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2103\" data-end=\"2274\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2013 Wali Kota Tarakan, Khairul, menegaskan bahwa birokrasi kota harus berlari kencang mengikuti perubahan zaman. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Akselerasi Kinerja dan Inovasi Pejabat Kecamatan, Rabu (25\/02\/2026). \u201cKita tidak bisa lagi bekerja seperti dulu. Inovasi sekarang bukan sekadar nilai tambah, tapi sebuah keharusan! Aparatur harus siap menghadapi perubahan dan menjadikannya energi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168155,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2257],"tags":[],"class_list":["post-168153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168153"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168153\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168156,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168153\/revisions\/168156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}