{"id":168192,"date":"2026-02-25T16:11:15","date_gmt":"2026-02-25T08:11:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168192"},"modified":"2026-02-25T16:11:15","modified_gmt":"2026-02-25T08:11:15","slug":"makanan-cepat-saji-dan-jajanan-musiman-bbpom-ingatkan-bahaya-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/makanan-cepat-saji-dan-jajanan-musiman-bbpom-ingatkan-bahaya-kesehatan\/","title":{"rendered":"Makanan Cepat Saji dan Jajanan Musiman, BBPOM Ingatkan Bahaya Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"208\" data-end=\"421\"><strong>PULANG PISAU<\/strong> \u2013 Makanan siap saji dan jajanan musiman kini semakin mudah ditemukan, terutama saat Ramadan. Namun, kemudahan tersebut membawa risiko kesehatan jika keamanan pangan diabaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"423\" data-end=\"621\">Kepala Balai Besar POM (BBPOM) Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan, terutama pada momen peningkatan aktivitas jual beli makanan seperti bulan puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"623\" data-end=\"811\">\u201cPangan yang dikonsumsi langsung harus aman. Tidak boleh tercemar bahan berbahaya, harus diolah bersih, dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat,\u201d tegas Ali Yudhi, Selasa (24\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"813\" data-end=\"1036\">Menurutnya, risiko pangan bisa muncul dari kebersihan yang kurang, penggunaan bahan berbahaya, hingga penyimpanan yang salah. Semua hal ini bisa meningkat saat peredaran makanan bertambah, seperti di pasar takjil Ramadan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1038\" data-end=\"1223\">\u201cKeamanan pangan tidak bisa hanya diandalkan satu pihak. Pemerintah daerah, desa, sekolah, pengelola pasar, hingga masyarakat sebagai konsumen, semua harus bergerak bersama,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1269\" data-end=\"1474\">Ali Yudhi menjelaskan, penguatan keamanan pangan diarahkan pada tiga ruang utama: desa, sebagai lingkungan terdekat; pasar, sebagai tempat peredaran pangan; dan sekolah, sebagai ruang konsumsi anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1476\" data-end=\"1660\">\u201cKita ingin semua pihak memiliki komitmen yang berkelanjutan. Jangan sampai keamanan pangan hanya muncul saat ada program tertentu, tapi harus jadi kebiasaan sehari-hari,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1662\" data-end=\"1867\">Dalam kegiatan Advokasi Lintas Sektor Program Prioritas Nasional yang digelar Pemkab Pulang Pisau, Ali Yudhi menekankan bahwa keamanan pangan merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1869\" data-end=\"1984\">\u201cKesadaran memilih makanan yang aman dan bersih akan berpengaruh langsung pada kualitas hidup ke depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1986\" data-end=\"2139\">Ia berharap masyarakat tidak hanya menilai makanan dari rasa dan kepraktisan, tetapi juga memperhatikan kebersihan, keamanan, dan dampaknya bagi tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2283\">\u201cKeamanan pangan itu tanggung jawab kita semua. Apa yang kita konsumsi hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan,\u201d pungkas Ali Yudhi. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2283\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PULANG PISAU \u2013 Makanan siap saji dan jajanan musiman kini semakin mudah ditemukan, terutama saat Ramadan. Namun, kemudahan tersebut membawa risiko kesehatan jika keamanan pangan diabaikan. Kepala Balai Besar POM (BBPOM) Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan, terutama pada momen peningkatan aktivitas jual beli makanan seperti bulan puasa. \u201cPangan yang dikonsumsi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168196,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2300],"tags":[],"class_list":["post-168192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-pulang-pisau-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168197,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168192\/revisions\/168197"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}