{"id":168226,"date":"2026-02-26T01:25:53","date_gmt":"2026-02-25T17:25:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168226"},"modified":"2026-02-26T01:25:53","modified_gmt":"2026-02-25T17:25:53","slug":"rumah-roboh-imbas-proyek-dprd-balikpapan-izin-tak-boleh-dilangkahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rumah-roboh-imbas-proyek-dprd-balikpapan-izin-tak-boleh-dilangkahi\/","title":{"rendered":"Rumah Roboh Imbas Proyek, DPRD Balikpapan: Izin Tak Boleh Dilangkahi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN <\/strong>\u2013 Komisi III DPRD Kota Balikpapan menyoroti kasus robohnya rumah warga akibat aktivitas pengembangan lahan (land clearing) di RT 81 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Peristiwa yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut menimbulkan longsor dan limpasan lumpur yang merusak dua rumah warga. DPRD menegaskan tetap mendukung investasi dan pembangunan, namun mengingatkan pengembang agar mematuhi seluruh prosedur perizinan sebelum memulai pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, menyampaikan bahwa aktivitas pembukaan lahan diduga telah berjalan sebelum seluruh perizinan lengkap. Ia juga menyinggung adanya pengetahuan dari pihak kelurahan terkait aktivitas tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLurah sudah mengetahui aktivitasnya, tetapi pekerjaan tetap berjalan. Padahal izin lengkapnya belum seluruhnya ada. Akibatnya sekarang berdampak ke warga,\u201d ujar Halili, Selasa (24\/2\/2026), di Gedung DPRD Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak paling parah dialami rumah milik Kurniawan yang mengalami kerusakan berat hingga harus dirobohkan karena tidak lagi layak huni. Sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan lebih ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang paling parah rumah Pak Kurniawan, sampai harus dirobohkan karena sudah tidak layak ditempati,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, pengembang memberikan kompensasi berupa biaya sewa rumah sebesar Rp2 juta per bulan kepada korban selama rumah tidak dapat dihuni. Namun DPRD mempertanyakan kejelasan durasi kompensasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasa korban harus menyewa terus tanpa kepastian? Rumahnya sudah roboh. Tidak mungkin mereka sewa selamanya. Harus ada solusi permanen,\u201d ungkap Halili.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam negosiasi awal, korban mengajukan ganti rugi sebesar Rp750 juta untuk rumah dan tanah. Pengembang sempat menawarkan Rp350 juta, bahkan turun menjadi Rp200 juta dengan perhitungan hanya pada nilai bangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRumah itu satu kesatuan dengan tanah. Tidak masuk akal kalau hanya bangunannya saja yang diganti,\u201d katanya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168317\" aria-describedby=\"caption-attachment-168317\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-168317\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935281.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935281.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935281-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935281-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935281-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168317\" class=\"wp-caption-text\">Kurniawan, Pemilik Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurniawan mengungkapkan bahwa longsor terjadi setelah hujan deras, disusul aliran air dan lumpur dari area proyek ke permukiman warga. \u201cAwalnya hujan, lalu air turun dari atas dan lama-lama terjadi longsor sampai rumah terdampak,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap penyelesaian tidak berhenti pada kompensasi sementara. \u201cSaat ini kami masih menunggu kejelasan perjanjian. Harapannya tentu ada kepastian penggantian rumah dan tanah, karena rumah kami sudah tidak bisa ditempati lagi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168314\" aria-describedby=\"caption-attachment-168314\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-168314\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935290.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935290.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935290-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935290-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935290-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168314\" class=\"wp-caption-text\">PT Borneo Sejahtera Propertindo, Solihin<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perwakilan pengembang PT Borneo Sejahtera Propertindo, Solihin, menyatakan bahwa kesepakatan telah dicapai. \u201cKami sudah sepakat dengan korban sebesar Rp600 juta untuk penggantian rumah dan tanah yang terdampak. Hari ini rencananya langsung dibuatkan perjanjian di notaris,\u201d ungkap Solihin.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168316\" aria-describedby=\"caption-attachment-168316\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-168316\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935297.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935297.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935297-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935297-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6120647796797935297-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168316\" class=\"wp-caption-text\">Camat Balikpapan Timur, Ruddy Iskandar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Camat Balikpapan Timur, Ruddy Iskandar, turut membenarkan kesepakatan tersebut. \u201cDewan, pengembang, dan pihak terdampak sudah sepakat soal ganti rugi. Hari ini mereka menuju notaris untuk membuat perjanjian resmi terkait kewajiban pengembang,\u201d kata Ruddy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kerusakan rumah, DPRD juga menerima laporan bahwa akses jalan umum yang biasa digunakan warga kini tertutup lumpur akibat proyek. \u201cJalan yang sudah bertahun-tahun dipakai warga sekarang tertutup lumpur dan belum ditangani dengan baik. Ini juga menjadi tanggung jawab pengembang,\u201d kata Halili.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komisi III berencana melakukan inspeksi mendadak ke lokasi untuk memastikan penanganan dampak lingkungan berjalan sesuai aturan. Halili menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh perizinan, termasuk dokumen lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerizinan harus selesai di awal sebelum land clearing. Jangan pekerjaan jalan dulu baru izin menyusul. AMDAL itu wajib dan tidak boleh dilompati,\u201d ujar Halili.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami DPRD sangat mendukung pembangunan di Balikpapan. Tapi tolong patuhi aturan yang berlaku,\u201d pungkasnya. []\n<p>Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2013 Komisi III DPRD Kota Balikpapan menyoroti kasus robohnya rumah warga akibat aktivitas pengembangan lahan (land clearing) di RT 81 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Peristiwa yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut menimbulkan longsor dan limpasan lumpur yang merusak dua rumah warga. DPRD menegaskan tetap mendukung investasi dan pembangunan, namun mengingatkan pengembang agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":168313,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,19,26],"tags":[14824,14825,14823],"class_list":["post-168226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-halili-adinegara","tag-pt-borneo-sejahtera-propertindo","tag-rumah-terdampak-proyek"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168226"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168318,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168226\/revisions\/168318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}