{"id":168378,"date":"2026-02-26T11:25:28","date_gmt":"2026-02-26T03:25:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168378"},"modified":"2026-02-26T11:25:28","modified_gmt":"2026-02-26T03:25:28","slug":"hafiz-mahendra-lawan-arus-di-gunung-sahari-karena-pelat-palsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hafiz-mahendra-lawan-arus-di-gunung-sahari-karena-pelat-palsu\/","title":{"rendered":"Hafiz Mahendra Lawan Arus di Gunung Sahari karena Pelat Palsu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>JAKARTA <\/b>\u2013 Kepanikan seorang pengemudi Toyota Calya bernama Hafiz Mahendra (25) berujung pada aksi ugal-ugalan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25\/02\/2026). Insiden itu bermula ketika polisi menindak mobil yang menggunakan pelat nomor diduga palsu, D 1640 AHB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan kronologi kejadian. \u201cAnggota kami mencoba menghentikan kendaraan karena diduga menggunakan pelat palsu. Namun pengemudi panik dan justru melarikan diri,\u201d ujarnya. Hafiz kemudian melaju melawan arus dari selatan ke utara di Jalan Gunung Sahari, menimbulkan kepanikan bagi pengendara lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan ugal-ugalan Hafiz tak berhenti di situ. Ia membelok ke Jalan Bungur Besar, melawan arah ke barat, lalu kembali berlawanan arah di Jalan Pos, sebelum akhirnya terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di simpang empat MBAL. \u201cKami tengah mendalami kondisi pengemudi, termasuk melakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada pengaruh obat terlarang,\u201d kata Reynold.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mencekam tersebut. Terlihat mobil Calya bergerak melawan arus di tengah padatnya lalu lintas, sementara anggota polisi Aiptu Basri dan Aipda Jimber terlihat mencoba menghentikan kendaraan dengan menembakkan pistol ke udara sebagai peringatan. \u201cAlih-alih berhenti, pengemudi terus melaju dan menabrak sejumlah kendaraan, memicu kemarahan warga sekitar,\u201d ujar seorang saksi mata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga yang geram mengejar mobil itu, bahkan memukulkan helm ke mobil, khususnya di kawasan Pasar Baru Timur. \u201cKejadian itu membuat lalu lintas kacau dan menakutkan bagi pengendara lain,\u201d tambah saksi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas. \u201cKami mengimbau pengemudi lain untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas. Tindakan ugal-ugalan seperti ini tidak bisa ditoleransi,\u201d tegas Kapolres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Jakarta akan pentingnya kesadaran berkendara dan kepatuhan terhadap aturan, apalagi di ruas jalan padat yang rawan kecelakaan. []]\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Kepanikan seorang pengemudi Toyota Calya bernama Hafiz Mahendra (25) berujung pada aksi ugal-ugalan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25\/02\/2026). Insiden itu bermula ketika polisi menindak mobil yang menggunakan pelat nomor diduga palsu, D 1640 AHB. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan kronologi kejadian. \u201cAnggota kami mencoba menghentikan kendaraan karena &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":168383,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9295,35],"tags":[],"class_list":["post-168378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jakarta","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168378"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168378\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168384,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168378\/revisions\/168384"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}