{"id":168385,"date":"2026-02-26T11:28:39","date_gmt":"2026-02-26T03:28:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168385"},"modified":"2026-02-26T11:28:39","modified_gmt":"2026-02-26T03:28:39","slug":"longsor-bukit-kedaluh-wisata-gunung-bromo-tetap-dibuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/longsor-bukit-kedaluh-wisata-gunung-bromo-tetap-dibuka\/","title":{"rendered":"Longsor Bukit Kedaluh, Wisata Gunung Bromo Tetap Dibuka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>JAWA TIMUR <\/b>\u2013 Aktivitas wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, tetap berjalan normal meski terjadi longsor di Bukit Kedaluh atau Bukit King Kong, Senin (25\/02\/2026). Material longsor menutup sebagian ruas jalan, tetapi jalur alternatif tetap memungkinkan pengunjung menuju Laut Pasir dan titik wisata lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama, menegaskan, \u201cLongsoran hanya menutupi sebagian jalan. Wisatawan masih bisa melintas, terutama yang menuju Laut Pasir melalui jalur yang aman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Endrip menambahkan, akses ke destinasi populer lain seperti Lemah Pasar, yang dikenal juga sebagai Bukit Cinta, tidak terdampak longsor dan tetap bisa dikunjungi. \u201cPengunjung tidak perlu khawatir, lalu lintas di Bukit Cinta lancar dan aman,\u201d kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Longsor terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB dengan perkiraan lebar sekitar 15 x 10 meter di dekat view point Bukit Kedaluh. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah kendaraan roda dua yang digunakan pelaku jasa wisata tertimbun material. \u201cSebanyak tujuh sepeda motor dilaporkan tertimbun, dua di antaranya masih menunggu evakuasi,\u201d ujar Endrip.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas Resort Wilayah Gunung Penanjakan bersama pelaku jasa wisata dan warga setempat langsung berada di lokasi untuk memantau situasi dan melakukan penanganan awal. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur juga dikirim untuk mempercepat proses pembersihan dan evakuasi kendaraan yang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pengunjung yang sempat berada di area itu mengaku lega. \u201cKami tetap bisa menikmati pemandangan Bromo. Jalur aman sudah ditandai, dan petugas selalu mengawasi pergerakan kendaraan serta pengunjung,\u201d kata pengunjung asal Malang itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi area perbukitan yang rawan longsor. Namun, TNBTS menekankan, pihaknya sudah menyiapkan jalur aman dan prosedur darurat untuk menjaga keselamatan pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunung Bromo tetap menjadi destinasi favorit, dan dengan langkah antisipatif yang diterapkan, wisatawan masih bisa menikmati panorama khas Laut Pasir, Bukit Kedaluh, dan Bukit Cinta dengan aman. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR \u2013 Aktivitas wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, tetap berjalan normal meski terjadi longsor di Bukit Kedaluh atau Bukit King Kong, Senin (25\/02\/2026). Material longsor menutup sebagian ruas jalan, tetapi jalur alternatif tetap memungkinkan pengunjung menuju Laut Pasir dan titik wisata lain. Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":168386,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9290,35],"tags":[],"class_list":["post-168385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-timur","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168385"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168387,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168385\/revisions\/168387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}