{"id":168394,"date":"2026-02-26T11:37:40","date_gmt":"2026-02-26T03:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168394"},"modified":"2026-02-26T11:37:40","modified_gmt":"2026-02-26T03:37:40","slug":"balita-hingga-lansia-terkena-keracunan-makan-bergizi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/balita-hingga-lansia-terkena-keracunan-makan-bergizi-gratis\/","title":{"rendered":"Balita hingga Lansia Terkena Keracunan Makan Bergizi Gratis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>LAMPUNG <\/b>\u2013 Puluhan warga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mengalami keracunan makanan setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa 24 Februari 2026. Insiden ini menimpa 33 orang yang terdiri dari lima balita, 14 anak-anak, satu lansia, dan 13 orang dewasa, yang kemudian harus mendapat perawatan di RSUD Menggala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan Antara, gejala yang muncul antara lain mual, muntah, dan diare berulang. \u201cSemua korban mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Balita dan lansia menjadi perhatian utama karena risiko komplikasi lebih tinggi,\u201d ujar seorang tenaga medis yang menangani pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan awal menunjukkan telur asin yang terdapat dalam paket MBG diduga menjadi pemicu keracunan. Paket MBG sendiri terdiri dari telur asin, roti buatan sendiri, wafer, dan jeruk. \u201cKami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari BPOM untuk memastikan bahan mana yang menyebabkan gangguan kesehatan ini,\u201d kata Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, Rabu (25\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi insiden tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menggala Tengah ditutup sementara. \u201cDapur SPPG ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Kami akan mengevaluasi SOP, pengawasan, dan kesiapan semua prosedur,\u201d jelas Saipul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pihak berwenang juga memeriksa kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG yang bersangkutan. \u201cKami akan pastikan semua standar higiene dan sanitasi dipenuhi sebelum operasional dilanjutkan. Koordinasi juga sudah dilakukan untuk penanganan korban dan SPPG terkait,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang warga yang menjadi korban mengaku trauma dengan kejadian ini. \u201cSaya sempat muntah-muntah setelah makan paket MBG. Anak saya juga harus dirawat di rumah sakit,\u201d kata ibu dari dua anak yang dirawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap program bantuan makanan, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pihak berwenang menekankan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum layanan MBG kembali dibuka untuk masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puluhan warga yang sudah dirawat kini mulai menunjukkan perbaikan kondisi, namun kasus ini tetap menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait agar memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program publik. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG \u2013 Puluhan warga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mengalami keracunan makanan setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa 24 Februari 2026. Insiden ini menimpa 33 orang yang terdiri dari lima balita, 14 anak-anak, satu lansia, dan 13 orang dewasa, yang kemudian harus mendapat perawatan di RSUD Menggala. Menurut laporan Antara, gejala yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":168395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,7981,35],"tags":[],"class_list":["post-168394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-lampung","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168396,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168394\/revisions\/168396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}