{"id":168403,"date":"2026-02-26T12:54:21","date_gmt":"2026-02-26T04:54:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168403"},"modified":"2026-03-09T11:46:56","modified_gmt":"2026-03-09T03:46:56","slug":"rita-ristiana-bagikan-tips-gym-untuk-perempuan-saat-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rita-ristiana-bagikan-tips-gym-untuk-perempuan-saat-puasa\/","title":{"rendered":"Rita Ristiana Bagikan Tips Gym untuk Perempuan Saat Puasa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>PASER <\/b>\u2013 Saat berpuasa bukan berarti harus menghentikan aktivitas olahraga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama puasa justru sangat penting untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh. Menjaga kesehatan dan kebugaran menjadi pondasi utama dalam menjalani berbagai kegiatan, termasuk ibadah dan pencapaian cita-cita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-168428\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6125193152097357028-1.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6125193152097357028-1.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6125193152097357028-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6125193152097357028-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/6125193152097357028-1-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Rita Ristiana, Founder Femmetastic \u2013 gym khusus perempuan \u2013 membagikan beberapa tips mengenai waktu terbaik berolahraga selama bulan puasa. \u201cWaktu terbaik berolahraga saat puasa adalah sebelum berbuka. Bisa satu jam sebelum berbuka, atau setelah sholat Isya atau Tarawih. Pada waktu ini, olahraga sangat efektif untuk membakar lemak,\u201d jelasnya saat ditemui di Femmetastic, Kamis (26\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Olahraga menjelang berbuka sangat cocok bagi orang-orang yang ingin menurunkan lemak, karena pada saat itu kadar gula darah berada pada titik yang rendah sehingga tubuh langsung membakar lemak. Energi yang digunakan pun bisa segera tergantikan saat berbuka puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjelang berbuka, olahraga di pagi hari juga memberikan efek positif bagi tubuh. \u201cPagi hari juga bagus, karena energi kita masih banyak dan kadar gula darah juga masih tinggi. Tapi kalau ingin pagi, usahakan jangan terlalu jauh dari waktu sahur, sekitar jam 7 atau jam 8 pagi sih oke,\u201d tambah Rita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperhatikan waktu, intensitas latihan juga harus disesuaikan. \u201cLatihan yang dilakukan juga harus disesuaikan, jadi tidak seberat hari biasa. Dimulai dengan yang ringan-ringan dulu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perempuan, olahraga selama puasa juga perlu memperhatikan siklus haid. Perempuan disarankan untuk menghindari olahraga berat pada saat haid pertama atau jika haid terasa sakit, agar tidak membahayakan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mengetahui tips dan waktu terbaik berolahraga saat berpuasa, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan secara optimal. Hal ini tidak hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga berdampak positif pada kelancaran ibadah selama Ramadan. []\n<p>Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 Saat berpuasa bukan berarti harus menghentikan aktivitas olahraga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama puasa justru sangat penting untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh. Menjaga kesehatan dan kebugaran menjadi pondasi utama dalam menjalani berbagai kegiatan, termasuk ibadah dan pencapaian cita-cita. Rita Ristiana, Founder Femmetastic \u2013 gym khusus perempuan \u2013 membagikan beberapa tips &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":168381,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,477],"tags":[],"class_list":["post-168403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168403"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":170835,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168403\/revisions\/170835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}