{"id":168621,"date":"2026-02-27T12:08:43","date_gmt":"2026-02-27T04:08:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168621"},"modified":"2026-02-27T12:08:43","modified_gmt":"2026-02-27T04:08:43","slug":"mahasiswa-serbu-dprd-kalbar-mbg-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mahasiswa-serbu-dprd-kalbar-mbg-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Serbu DPRD Kalbar, MBG Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"265\" data-end=\"601\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Lebih dari seratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalbar Menggugat menggelar aksi di Gedung DPRD Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kamis (26\/02\/2026). Massa menuntut pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyuarakan sejumlah tuntutan nasional serta daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"603\" data-end=\"832\">Sejak siang, halaman utama DPRD dipadati mahasiswa. Dalam aksinya, mereka membakar ban bekas di depan gedung sebagai simbol protes. Asap hitam mengepul di area depan kantor legislatif, di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"834\" data-end=\"1071\">\u201cDi tengah banyak kasus siswa keracunan, Badan Gizi Nasional justru mendapat penghargaan. Ini kegagalan yang ditutupi. Harus dievaluasi total!\u201d teriak salah satu orator di atas mobil komando, menegaskan kekecewaan terhadap program MBG.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1073\" data-end=\"1337\">Spanduk bertuliskan \u201cEvaluasi Total MBG dan Polri\u201d menghiasi barisan depan massa aksi. Kritik juga ditujukan kepada Presiden <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Prabowo Subianto<\/span><\/span>, dengan tuntutan reformasi kepolisian dan penempatan pendidikan sebagai prioritas utama pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1339\" data-end=\"1592\">Salah satu koordinator lapangan menyoroti potensi politisasi program MBG. \u201cMBG berisiko dijadikan alat kepentingan politik. Aparat kepolisian seharusnya tidak terlibat dalam pembangunan dapur MBG, fungsi hukum dan program sosial harus jelas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1594\" data-end=\"1822\">Selain isu MBG, mahasiswa menuntut percepatan skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar, pemerataan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, serta peningkatan kesejahteraan guru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1824\" data-end=\"2086\">Sejumlah pimpinan DPRD Kalbar turun langsung menemui massa, termasuk Wakil I Ketua Hadijah Fitriah, Wakil Ketua II\u00a0 Prabasa Anantatur, Wakil Ketua III Nofal Nofiendra, Ketua Komisi III Sy. Amin Muhammad, dan Ketua Fraksi PAN Zulflydar Zaidar Mochtar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2088\" data-end=\"2335\">Perwakilan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kalbar, termasuk BEM SI Kalbar, ikut dalam aksi ini. Mereka mendesak DPRD untuk memanggil pihak terkait dan memastikan evaluasi MBG dilakukan secara transparan dan menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2337\" data-end=\"2516\">Massa aksi menegaskan, \u201cKita tidak akan mundur sampai DPRD bertindak tegas. Evaluasi MBG harus jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi!\u201d seru seorang mahasiswa dari podium aksi. []\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Lebih dari seratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalbar Menggugat menggelar aksi di Gedung DPRD Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kamis (26\/02\/2026). Massa menuntut pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyuarakan sejumlah tuntutan nasional serta daerah. Sejak siang, halaman utama DPRD dipadati mahasiswa. Dalam aksinya, mereka membakar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168622,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[],"class_list":["post-168621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168621"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168623,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168621\/revisions\/168623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}