{"id":168665,"date":"2026-02-27T16:00:39","date_gmt":"2026-02-27T08:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168665"},"modified":"2026-02-27T16:00:39","modified_gmt":"2026-02-27T08:00:39","slug":"sabu-183-kg-dan-786-ekstasi-dirampas-bandar-kakap-terjerat-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sabu-183-kg-dan-786-ekstasi-dirampas-bandar-kakap-terjerat-hukum\/","title":{"rendered":"Sabu 1,83 Kg dan 786 Ekstasi Dirampas, Bandar Kakap Terjerat Hukum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"303\" data-end=\"633\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dari Kalimantan Barat ke wilayahnya. Seorang pria berinisial MI ditangkap di Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (26\/02\/2026), dengan barang bukti sabu dan ekstasi dalam jumlah besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"635\" data-end=\"860\">Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Mada Roostanto<\/span><\/span>, menegaskan, \u201cIni bukan pengedar biasa. Barang bukti diambil tersangka dari Kalbar dan rencananya diedarkan di Kalteng. Bisa dikategorikan bandar kakap.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"862\" data-end=\"1161\">Penangkapan MI dilakukan sebagai tindak lanjut Laporan Kasus Narkotika Nomor LKN\/0001-NAR\/I\/2026 tertanggal 14 Februari 2026. Tim pemberantasan bersama BNNK Kotawaringin Timur melakukan penyelidikan intensif sebelum mengamankan tersangka pada Sabtu (14\/02\/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di rumahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1163\" data-end=\"1400\">\u201cAwalnya kami tidak menemukan barang haram di rumah maupun kendaraan tersangka. Namun setelah diperiksa lebih mendalam, MI menunjukkan lokasi penyimpanan di halaman belakang, tersembunyi di semak-semak dekat tempat sampah,\u201d jelas Mada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1402\" data-end=\"1803\">Petugas berhasil menyita 1.021,75 gram sabu dalam kantong plastik hijau bertuliskan \u201cBLUE MAGIC\u201d, delapan paket sabu dengan berat 809,14 gram, dan 786 butir ekstasi berlogo \u201cLV\u201d seberat 305,76 gram. Total sabu mencapai 1,83 kilogram. Selain itu, diamankan handphone, timbangan digital, tas ransel, tas kosmetik, plastik klip kosong, dan sendok plastik yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1805\" data-end=\"2070\">MI mengaku mendapat perintah dari seseorang berinisial B di Kalbar, dengan komunikasi melalui WhatsApp yang selalu dihapus setelah transaksi disepakati. \u201cTersangka mengaku menerima upah Rp5 juta, dan uang itu sudah habis dipakai kebutuhan sehari-hari,\u201d kata Mada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2072\" data-end=\"2391\">BNNP Kalteng kini tengah mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan di atas MI, termasuk pemasok utama. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah diubah UU Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman berat menanti MI sesuai ketentuan hukum yang berlaku. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2072\" data-end=\"2391\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dari Kalimantan Barat ke wilayahnya. Seorang pria berinisial MI ditangkap di Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (26\/02\/2026), dengan barang bukti sabu dan ekstasi dalam jumlah besar. Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Mada Roostanto, menegaskan, \u201cIni bukan pengedar biasa. Barang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-168665","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168665"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168665\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168667,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168665\/revisions\/168667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}