{"id":168813,"date":"2026-02-28T11:37:29","date_gmt":"2026-02-28T03:37:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168813"},"modified":"2026-02-28T11:37:29","modified_gmt":"2026-02-28T03:37:29","slug":"kolaborasi-kunci-bumdes-nunukan-dibenahi-agar-lebih-kompetitif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kolaborasi-kunci-bumdes-nunukan-dibenahi-agar-lebih-kompetitif\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Kunci! BUMDes Nunukan Dibenahi agar Lebih Kompetitif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"242\" data-end=\"441\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai kunci keberhasilan program unggulan desa dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"443\" data-end=\"640\">Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), fokus utama adalah memperkuat legalitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu bersaing dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"642\" data-end=\"777\">Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Nunukan, Feri Wahyudi, S.Sos, menekankan pentingnya status badan hukum bagi BUMDes.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"779\" data-end=\"962\">\u201cKalau legalitas BUMDes sudah jelas, peluang bekerja sama dengan pasar atau pihak eksternal akan lebih besar. Itu fondasi pertama yang harus dimiliki,\u201d ujar Feri, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Jumat (27\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"964\" data-end=\"1258\">Tak hanya legalitas, DPMD mendorong pengurus BUMDes mengembangkan kemampuan manajerial agar tata kelola usaha lebih profesional dan berorientasi bisnis. \u201cKami ingin BUMDes ini bukan hanya catatan administrasi, tapi benar-benar berjalan profesional, bisa menghasilkan dan bersaing,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1260\" data-end=\"1428\">Feri memaparkan tiga tantangan utama yang masih dihadapi BUMDes Nunukan: skala ekonomi terbatas, akses pasar yang sulit, serta manajemen usaha yang belum profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1430\" data-end=\"1554\">\u201cSkala produksi masih kecil, pasar terbatas, dan manajemen perlu diperkuat. Itu tiga hal yang harus kita benahi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1556\" data-end=\"1869\">Untuk mengatasi kendala tersebut, DPMD mendorong tiap BUMDes melakukan identifikasi produk unggulan, meningkatkan kapasitas produksi, dan merapikan aspek legalitas sehingga akses pasar semakin terbuka. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung dan komunikasi intensif agar penguatan benar-benar optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1871\" data-end=\"2040\">\u201cPengembangan BUMDes bukan pekerjaan satu pihak. Kami butuh kolaborasi dengan OPD lain dan perusahaan sekitar desa agar BUMDes bisa tumbuh dan kompetitif,\u201d tegas Feri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2042\" data-end=\"2218\">Dengan langkah ini, Pemkab Nunukan berharap BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2042\" data-end=\"2218\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai kunci keberhasilan program unggulan desa dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), fokus utama adalah memperkuat legalitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu bersaing dan berkelanjutan. Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Nunukan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168814,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-168813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168813"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168815,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168813\/revisions\/168815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}