{"id":168825,"date":"2026-02-28T12:04:43","date_gmt":"2026-02-28T04:04:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168825"},"modified":"2026-02-28T12:04:43","modified_gmt":"2026-02-28T04:04:43","slug":"gotong-royong-asn-setiap-jumat-wali-kota-tekankan-budaya-profesional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gotong-royong-asn-setiap-jumat-wali-kota-tekankan-budaya-profesional\/","title":{"rendered":"Gotong Royong ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tekankan Budaya Profesional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"286\" data-end=\"615\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Setiap Jumat pagi, Kantor Wali Kota Pontianak ramai dengan aktivitas ASN yang melakukan korve atau gotong royong. Mulai dari menyapu halaman, membersihkan tanaman liar, hingga merapikan ruangan kerja, seluruh pegawai tampak sigap menjalankan arahan pemerintah untuk menjaga kebersihan, disiplin, dan tanggung jawab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"617\" data-end=\"788\">Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa korve bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"790\" data-end=\"1057\">\u201cKami melaksanakan gotong royong setiap Jumat untuk memastikan lingkungan kerja tertata rapi. Lingkungan yang bersih itu penting, karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan kinerja ASN,\u201d ujarnya saat meninjau ruangan di Kantor Wali Kota, Jumat (27\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1059\" data-end=\"1243\">Dalam peninjauannya, Edi menemukan beberapa ruang kerja yang masih menumpuk debu, arsip lama yang seharusnya dibuang, hingga kabel internet yang tidak terpakai namun belum dirapikan. \u201cMasih banyak debu, arsip yang tidak perlu, dan kabel-kabel mati. Semua itu harus dibersihkan agar suasana kerja lebih nyaman dan fokus,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1396\" data-end=\"1622\">Menurut Wali Kota, kebersihan kantor mencerminkan kualitas pelayanan publik. \u201cKalau lingkungan kerja bersih, ASN lebih produktif. Ini juga bagian dari upaya mewujudkan Pontianak sebagai kota yang rapi dan nyaman,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1624\" data-end=\"1750\">Ia pun mengimbau seluruh ASN untuk menanamkan kepedulian tidak hanya di kantor, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. \u201cSebagai pelayan masyarakat, kita harus menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebersihan di mana pun kita berada,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1881\" data-end=\"2066\">Margaretha, ASN yang ikut dalam korve, menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai gotong royong rutin tidak hanya membersihkan kantor, tetapi juga mempererat solidaritas antarpegawai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2068\" data-end=\"2286\">\u201cDengan korve, kami lebih peduli terhadap ruang kerja masing-masing. Kantor lebih nyaman, sehingga semangat kerja meningkat. Ini juga jadi pengingat untuk menata arsip dan perlengkapan yang tidak digunakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2288\" data-end=\"2475\">Kegiatan ini diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, menciptakan suasana kantor yang bersih, tertata, dan mendukung produktivitas ASN. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2288\" data-end=\"2475\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Setiap Jumat pagi, Kantor Wali Kota Pontianak ramai dengan aktivitas ASN yang melakukan korve atau gotong royong. Mulai dari menyapu halaman, membersihkan tanaman liar, hingga merapikan ruangan kerja, seluruh pegawai tampak sigap menjalankan arahan pemerintah untuk menjaga kebersihan, disiplin, dan tanggung jawab. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa korve bukan sekadar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,36],"tags":[],"class_list":["post-168825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168825"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168827,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168825\/revisions\/168827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}