{"id":168885,"date":"2026-02-28T16:22:44","date_gmt":"2026-02-28T08:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=168885"},"modified":"2026-02-28T16:22:44","modified_gmt":"2026-02-28T08:22:44","slug":"dinsos-kaltim-sigap-warga-paser-bisa-berbuka-di-tengah-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dinsos-kaltim-sigap-warga-paser-bisa-berbuka-di-tengah-bencana\/","title":{"rendered":"Dinsos Kaltim Sigap, Warga Paser Bisa Berbuka di Tengah Bencana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"389\" data-end=\"681\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Tanggap darurat, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur langsung mendirikan dapur umum darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak kebakaran hebat di Kabupaten Paser. Peristiwa tragis ini menghanguskan 45 rumah, menimpa 58 kepala keluarga, atau 173 jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"683\" data-end=\"974\">\u201cSejak malam ini kami langsung menyiapkan dapur umum untuk memastikan korban kebakaran bisa mendapatkan makanan, termasuk saat berbuka puasa,\u201d ujar Achmad Rasyidi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, mewakili Kepala Dinas, Andi Muhammad Ishak, Jumat malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"976\" data-end=\"1294\">Pendirian dapur umum darurat ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinsos Kaltim, Dinsos Kabupaten Paser, Tagana, dan aparat desa setempat. Di hari pertama operasional, tim gabungan langsung menyiapkan 370 porsi makanan siap santap untuk berbuka puasa warga yang kehilangan tempat tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1296\" data-end=\"1466\">\u201cBegitu distribusi berbuka selesai, tim langsung menyiapkan bahan untuk sahur. Kami pastikan warga tetap mendapatkan makan sahur meski rumahnya hangus,\u201d tambah Rasyidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1468\" data-end=\"1745\">Dapur umum ini dipastikan beroperasi penuh beberapa hari ke depan, menyesuaikan kebutuhan warga yang terus meningkat. Selain menyiapkan makanan, tim juga melakukan pendataan cepat dan kaji cepat kebencanaan untuk memastikan kebutuhan mendesak lainnya dapat terpenuhi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1747\" data-end=\"1881\">\u201cKaji cepat ini penting untuk mengetahui apa saja yang benar-benar dibutuhkan warga sekarang, agar bantuan tepat sasaran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1883\" data-end=\"2150\">Kebakaran terjadi pada Kamis (26\/02\/2026) sore di permukiman padat penduduk Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis. Berdasarkan informasi dari lokasi, api diduga berasal dari percikan petasan yang mengenai tumpukan barang mudah terbakar di kios BBM eceran milik warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2152\" data-end=\"2299\">Api yang cepat membesar langsung merembet ke rumah-rumah lain yang mayoritas terbuat dari kayu, menyebabkan kerusakan masif dalam hitungan menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2301\" data-end=\"2508\">Dengan penanganan cepat dan koordinasi antar pihak, dapur umum diharapkan menjadi penyelamat sementara bagi warga, memastikan mereka tetap mendapatkan asupan makanan selama masa darurat pascakebakaran. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2301\" data-end=\"2508\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Tanggap darurat, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur langsung mendirikan dapur umum darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak kebakaran hebat di Kabupaten Paser. Peristiwa tragis ini menghanguskan 45 rumah, menimpa 58 kepala keluarga, atau 173 jiwa. \u201cSejak malam ini kami langsung menyiapkan dapur umum untuk memastikan korban kebakaran bisa mendapatkan makanan, termasuk saat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":168886,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-168885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168887,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168885\/revisions\/168887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}