{"id":16898,"date":"2017-11-13T21:30:26","date_gmt":"2017-11-13T13:30:26","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=16898"},"modified":"2017-11-13T21:30:26","modified_gmt":"2017-11-13T13:30:26","slug":"panmud-pidana-sebut-aneh-petikan-putusan-sentot-belum-diterimanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/panmud-pidana-sebut-aneh-petikan-putusan-sentot-belum-diterimanya\/","title":{"rendered":"Gubernur Cornelis Serahkan Izin Perhutanan Sosial Hutan Desa"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_16911\" aria-describedby=\"caption-attachment-16911\" style=\"width: 547px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Foto-Kehutanan-Pokja.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16911\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Foto-Kehutanan-Pokja-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"547\" height=\"410\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16911\" class=\"wp-caption-text\">Rakor POkJa perhutanan Sosial. Di Balai Petitih kantor Gubernur Kalbar, Kamis (9\/11)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat Cornelis,\u00a0 menyerahkan SK perizinan perhutanan sosial hutan desa, hutan kemasyarakatan dan hutan adat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, hari Kamis, tanggal 9 Nopember 2017.<\/p>\n<p>\u201cJangan dijual, tapi dijaga dan kelola dengan baik. Dengan adannya perizinan ini, maka apa yang diberikan itu sudah sah (legal). Kata Cornelis.<\/p>\n<p>Menurut Cornelis dengan terbitnya perizinan perhutanan Sosial Kalbar maka yang perlu didorong selanjutnya ialah tentang pengakuan hutan adat.<\/p>\n<p>Seperti\u00a0 diketahui bersama, masyarakat Kalbar telah menerapkan praktek pengelolaan hutan lestari Secara turun-temurun melalui penerapan kearifan lokal. Salah satunya dalam bentuk kebun Tembawang.<\/p>\n<p>Kebijakan pemerintah perkenaan dengan pemberian akses kelola hutan kepada masyarakat tertuang dalam RPJMN 2015 &#8211; 2019.<\/p>\n<p>Dimana pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) menetapkan alokasi kawasan\u00a0 Hutan seluas 12, 7 juta hektar untuk dikelola masyarakat , Sekitar 1, 5 juta hektar diantaranya berada di Provinsi Kalimantan Barat. Perhutanan sosial ini juga merupakan salah satu proyek prioritas.<\/p>\n<p>Guna mendorong percepatan pengembangan program perhutanan sosial Kalimantan Barat telah membentuk kelompok kerja percepatan perhutanan sosial\u00a0 (Pokja PPS) yang di tetapkan\u00a0 melalui keputusan Gubernur kalbar Nomor 693\/ Dishut\/ 2016 tanggal 4 oktober 2016 untuk periode 2016-2019.<\/p>\n<p>Kelompok kerja ini beranggotakan multi pihak baik unsur pemermtah dunia usaha, akademisi dan NGO\/LSM maupun \u00a0kerjasama antar pemerintah, dengan keberagaman unsur pokja PPS tersebut diharapkan pengembangan perhutanan sosial di Kalbar, dapat lebih optimal.<\/p>\n<p>Harapannya terbangun komitmen yang kuat untuk mewujudkan langkah konkrit terhadap potensi\u201c pengembangan perhutanan Sosial di Kalbar\u201d harap Cornelis.(Masrun)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat Cornelis,\u00a0 menyerahkan SK perizinan perhutanan sosial hutan desa, hutan kemasyarakatan dan hutan adat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, hari Kamis, tanggal 9 Nopember 2017. \u201cJangan dijual, tapi dijaga dan kelola dengan baik. Dengan adannya perizinan ini, maka apa yang diberikan itu sudah sah (legal). Kata Cornelis. Menurut Cornelis dengan terbitnya perizinan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16911,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273],"tags":[3311,5515,5516,5517,5518,323,5519,5165],"class_list":["post-16898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-cornelis","tag-hutan-sosial-desa","tag-izin","tag-jon-makmur-saragih","tag-panmud-pidana","tag-pn-pontianak","tag-putsan-ma","tag-sentot-subarjo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16898"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16898\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}