{"id":169377,"date":"2026-03-03T13:24:22","date_gmt":"2026-03-03T05:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=169377"},"modified":"2026-03-03T13:24:22","modified_gmt":"2026-03-03T05:24:22","slug":"oknum-tni-diduga-curi-sapi-pom-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/oknum-tni-diduga-curi-sapi-pom-turun-tangan\/","title":{"rendered":"Oknum TNI Diduga Curi Sapi, POM Turun Tangan!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"276\"><strong> MALUKU<\/strong> \u2013 Dugaan pencurian sapi di Kabupaten Buru menyeret seorang prajurit TNI. Polisi Militer (POM) mengamankan oknum anggota <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Yonif 735\/Nawasena<\/span><\/span> berinisial MK setelah diduga terlibat dalam kasus hilangnya ternak milik warga di Kecamatan Waeapo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"278\" data-end=\"502\">Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27\/02\/2026) di salah satu desa di wilayah itu. Informasi yang dihimpun menyebutkan sapi milik warga dilaporkan hilang, hingga akhirnya muncul dugaan keterlibatan seorang anggota militer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"504\" data-end=\"670\">Komandan Yonif 735\/Nawasena, Letkol Inf Hendi Hendra Cahyana, memastikan bahwa proses hukum tengah berjalan dan kasus tersebut ditangani sesuai prosedur yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"672\" data-end=\"853\">\u201cPenanganan perkara ini sedang diproses. Seluruh fakta dan barang bukti masih dalam tahap pendalaman oleh aparat berwenang,\u201d ujarnya, Senin (02\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"855\" data-end=\"998\">Ia menegaskan, institusi tidak akan menutup-nutupi atau memberikan perlindungan apabila prajurit tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1000\" data-end=\"1184\">\u201cApabila hasil pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan bersalah, maka tindakan tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1186\" data-end=\"1367\">Saat ini, MK telah diamankan di Subdenpom XV\/2-3 Namlea untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pihak kesatuan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1369\" data-end=\"1511\">\u201cOknum yang diduga terlibat sudah berada dalam pengawasan Polisi Militer. Pemeriksaan dilakukan secara objektif dan transparan,\u201d tambah Hendi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1513\" data-end=\"1695\">Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat, mengingat dugaan tindak pidana tersebut melibatkan aparat negara. Warga berharap proses hukum berjalan adil dan memberikan kepastian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1697\" data-end=\"1889\">Hingga kini belum ada keterangan rinci mengenai kronologi detail dugaan pencurian tersebut. Namun aparat memastikan seluruh proses akan disampaikan secara terbuka setelah penyelidikan rampung. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1697\" data-end=\"1889\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALUKU \u2013 Dugaan pencurian sapi di Kabupaten Buru menyeret seorang prajurit TNI. Polisi Militer (POM) mengamankan oknum anggota Yonif 735\/Nawasena berinisial MK setelah diduga terlibat dalam kasus hilangnya ternak milik warga di Kecamatan Waeapo. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27\/02\/2026) di salah satu desa di wilayah itu. Informasi yang dihimpun menyebutkan sapi milik warga dilaporkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":169381,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9423,35],"tags":[],"class_list":["post-169377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-maluku","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169382,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169377\/revisions\/169382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}