{"id":169626,"date":"2026-03-04T13:33:28","date_gmt":"2026-03-04T05:33:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=169626"},"modified":"2026-03-04T13:33:28","modified_gmt":"2026-03-04T05:33:28","slug":"markas-jebol-opm-tinggalkan-uang-dan-senjata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/markas-jebol-opm-tinggalkan-uang-dan-senjata\/","title":{"rendered":"Markas Jebol, OPM Tinggalkan Uang dan Senjata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"490\"><strong>PAPUA TENGAH<\/strong> \u2014 Operasi gabungan Koops TNI Papua mengguncang markas kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat\u2013Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (01\/03\/2026). Basis yang disebut menjadi pusat pergerakan dan penyimpanan logistik kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya itu berhasil dikuasai aparat setelah kontak senjata berlangsung sejak pukul 10.00 WIT hingga malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"492\" data-end=\"662\">Kapen Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (04\/03\/2026) menyatakan operasi dilakukan secara terukur dan terkoordinasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"664\" data-end=\"835\">\u201cTim patroli gabungan berhasil menyergap kelompok bersenjata yang dipimpin Daniel Aibon Kogoya dan mengambil alih lokasi yang selama ini dijadikan markas mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"837\" data-end=\"1003\">Menurutnya, saat pasukan mendekati titik sasaran, terjadi baku tembak singkat. Kelompok tersebut kemudian mundur ke arah hutan dan meninggalkan sejumlah perlengkapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1005\" data-end=\"1215\">\u201cKetika tim mendekat, terjadi perlawanan bersenjata. Namun kelompok itu memilih melarikan diri dan meninggalkan logistiknya. Seluruh tindakan prajurit dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1217\" data-end=\"1544\">Dari lokasi yang telah diamankan, aparat menyita ratusan butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata laras panjang, lima unit handy talky, 12 telepon genggam, uang tunai sekitar Rp79,7 juta, serta atribut dan perlengkapan lapangan lainnya. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1546\" data-end=\"1746\">Operasi ini disebut menjadi pukulan terhadap struktur TPNPB-OPM Kodap III Ndugama. Aparat menilai kehilangan basis dan logistik utama akan mempersempit ruang gerak kelompok tersebut di wilayah Nabire.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1748\" data-end=\"1876\">\u201cKehilangan markas dan perlengkapan inti menjadi indikator melemahnya kapasitas operasional mereka di kawasan ini,\u201d tegas Wirya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1878\" data-end=\"2143\">Koops TNI Papua menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Situasi di sekitar lokasi dilaporkan kondusif pascaoperasi, meski aparat tetap bersiaga mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1878\" data-end=\"2143\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PAPUA TENGAH \u2014 Operasi gabungan Koops TNI Papua mengguncang markas kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat\u2013Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (01\/03\/2026). Basis yang disebut menjadi pusat pergerakan dan penyimpanan logistik kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya itu berhasil dikuasai aparat setelah kontak senjata &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":169628,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35,9343],"tags":[],"class_list":["post-169626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","category-papua-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169630,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169626\/revisions\/169630"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}