{"id":169767,"date":"2026-03-04T15:23:42","date_gmt":"2026-03-04T07:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=169767"},"modified":"2026-03-04T15:28:18","modified_gmt":"2026-03-04T07:28:18","slug":"169767-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/169767-2\/","title":{"rendered":"Bupati Gumas Soroti Integritas dan Dedikasi Tenaga Medis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"351\"><strong>GUNUNG MAS<\/strong> \u2013 Komitmen pelayanan kesehatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunung Mas yang digelar di Kuala Kurun, Rabu. Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meminta para dokter menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"353\" data-end=\"550\">Dalam sambutannya, Jaya menekankan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian. Ia mengingatkan agar setiap tindakan medis dilandasi tanggung jawab moral yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"552\" data-end=\"746\">\u201cProfesi dokter adalah amanah. Jalankan tugas dengan integritas dan dedikasi penuh, karena masyarakat menggantungkan harapan besar pada pelayanan kesehatan,\u201d ujar Jaya di hadapan peserta muscab, Rabu (03\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"748\" data-end=\"1037\">Ia juga menyoroti pentingnya peran IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang kian kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1039\" data-end=\"1207\">\u201cPemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari IDI untuk memastikan kebijakan kesehatan benar-benar tepat sasaran,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1209\" data-end=\"1516\">Bupati menyampaikan apresiasi kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan, baik dalam penanganan penyakit menular maupun tidak menular. Ia mengakui beban kerja tenaga medis semakin berat seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1518\" data-end=\"1661\">Dalam kesempatan tersebut, Jaya juga mengingatkan agar pelayanan kesehatan diberikan secara adil tanpa memandang latar belakang ekonomi pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1663\" data-end=\"1806\">\u201cJangan pernah membeda-bedakan pasien. Semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan bermutu,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1808\" data-end=\"2040\">Musyawarah cabang IDI Gunung Mas kali ini turut mengagendakan pemilihan Ketua IDI periode 2026\u20132028. Jaya berharap kepengurusan yang baru nantinya mampu menjaga soliditas organisasi serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2042\" data-end=\"2225\">\u201cSaya berharap IDI Gunung Mas tetap kompak, profesional, dan terus menjadi mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2042\" data-end=\"2225\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GUNUNG MAS \u2013 Komitmen pelayanan kesehatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunung Mas yang digelar di Kuala Kurun, Rabu. Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meminta para dokter menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Jaya menekankan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":169779,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2302,17,2259],"tags":[],"class_list":["post-169767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-gunung-mas-provinsi-kalimantan-tengah","category-headlines","category-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169767"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169780,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169767\/revisions\/169780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}