{"id":169983,"date":"2026-03-05T12:34:34","date_gmt":"2026-03-05T04:34:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=169983"},"modified":"2026-03-05T12:34:34","modified_gmt":"2026-03-05T04:34:34","slug":"situasi-timur-tengah-memanas-jamaah-kotim-diminta-bersabar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/situasi-timur-tengah-memanas-jamaah-kotim-diminta-bersabar\/","title":{"rendered":"Situasi Timur Tengah Memanas, Jamaah Kotim Diminta Bersabar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"311\" data-end=\"641\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong>\u00a0\u2014 DPRD Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru melakukan perjalanan ibadah umrah dalam waktu dekat. Imbauan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"643\" data-end=\"828\">Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, menilai situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut dapat berdampak pada keselamatan perjalanan udara bagi para jemaah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"830\" data-end=\"955\">Menurutnya, langkah paling bijak saat ini adalah menunda keberangkatan hingga kondisi keamanan benar-benar dinyatakan stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"957\" data-end=\"1162\">\u201cKami menyarankan masyarakat yang berencana berangkat umrah untuk bersabar sementara waktu. Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama sebelum memutuskan perjalanan,\u201d ujar Juliansyah di Sampit, Rabu (04\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1164\" data-end=\"1403\">Ia menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran turut berdampak pada penutupan sejumlah ruang udara di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berpotensi mengganggu jadwal penerbangan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1405\" data-end=\"1554\">Politisi Partai Gerindra itu juga meminta biro travel yang melayani perjalanan umrah agar lebih berhati-hati dalam menjadwalkan keberangkatan jamaah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1556\" data-end=\"1658\">Menurutnya, seluruh pihak perlu mempertimbangkan faktor keamanan sebelum memberangkatkan calon jemaah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1660\" data-end=\"1833\">\u201cBiro perjalanan juga harus mempertimbangkan situasi global saat ini. Jangan sampai ada jamaah yang terjebak di tengah perjalanan akibat kondisi yang belum stabil,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1835\" data-end=\"2011\">Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama, terkait perkembangan situasi perjalanan ibadah umrah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2013\" data-end=\"2185\">Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Tiariyanto, memastikan bahwa jamaah asal Kotim yang saat ini berada di Arab Saudi dalam kondisi aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2187\" data-end=\"2310\">Ia menyebutkan hingga kini tidak ada laporan mengenai jamaah yang mengalami kendala atau tertahan di Mekkah maupun Madinah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2312\" data-end=\"2449\">\u201cSejauh ini kami belum menerima informasi adanya jamaah dari Kotim yang mengalami hambatan selama berada di Tanah Suci,\u201d ujar Tiariyanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2451\" data-end=\"2694\">Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), terdapat 40 jamaah asal Kotim yang berangkat pada 22 Februari 2026 melalui travel DHS. Mereka terdiri dari 22 laki-laki dan 18 perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2696\" data-end=\"2794\">Para jamaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026 tanpa kendala berarti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2796\" data-end=\"3015\">Tiariyanto menjelaskan keamanan perjalanan mereka relatif terjaga karena menggunakan maskapai dengan rute penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia, sehingga tidak perlu transit di negara yang terdampak konflik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3017\" data-end=\"3192\">Meski demikian, pihak Kementerian Agama tetap mengimbau agar rencana keberangkatan baru dipertimbangkan secara matang sampai situasi kawasan Timur Tengah benar-benar kondusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3194\" data-end=\"3367\">Ia juga mengingatkan bahwa seluruh keberangkatan jamaah umrah wajib terdaftar dalam sistem Siskopatuh sebagai syarat administrasi resmi perjalanan ibadah ke luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3369\" data-end=\"3520\">\u201cSetiap jamaah harus tercatat dalam sistem Siskopatuh. Tanpa data yang valid di sistem tersebut, proses keberangkatan tidak dapat dilakukan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3522\" data-end=\"3677\">Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai pembatalan keberangkatan dari 13 biro travel berizin yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3522\" data-end=\"3677\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR\u00a0\u2014 DPRD Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru melakukan perjalanan ibadah umrah dalam waktu dekat. Imbauan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional. Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, menilai situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut dapat berdampak pada keselamatan perjalanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":169984,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-169983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169983"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169985,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169983\/revisions\/169985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}