{"id":170332,"date":"2026-03-06T17:02:22","date_gmt":"2026-03-06T09:02:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=170332"},"modified":"2026-03-06T17:02:22","modified_gmt":"2026-03-06T09:02:22","slug":"tanah-lereng-runtuh-di-bontang-barat-13-warga-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tanah-lereng-runtuh-di-bontang-barat-13-warga-terdampak\/","title":{"rendered":"Tanah Lereng Runtuh di Bontang Barat, 13 Warga Terdampak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"55\" data-end=\"395\"><strong> BONTANG<\/strong> \u2014 Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang memicu bencana tanah longsor di kawasan permukiman warga Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, pada Rabu malam (04\/03\/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Material tanah dari lereng perbukitan dilaporkan runtuh dan mengenai sejumlah rumah warga di Jalan Pendidikan RT 03.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"397\" data-end=\"699\">Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang setelah laporan dari warga diterima pada malam kejadian. Tim BPBD segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi serta memastikan keselamatan warga di sekitar area longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"701\" data-end=\"943\">Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan struktur tanah di sekitar lereng menjadi tidak stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"945\" data-end=\"1084\">Ia mengatakan kondisi tanah yang jenuh air membuat lereng di sekitar permukiman warga tidak mampu menahan beban sehingga terjadi longsoran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1086\" data-end=\"1187\">Menurutnya, runtuhan tanah tersebut mengenai beberapa bagian rumah warga yang berada di bawah lereng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1189\" data-end=\"1371\">\u201cCurah hujan yang cukup tinggi membuat tanah di lereng menjadi labil dan akhirnya longsor hingga mengenai beberapa rumah warga di sekitar lokasi,\u201d jelasnya pada Kamis (05\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1373\" data-end=\"1571\">Data sementara yang dihimpun BPBD menunjukkan terdapat dua rumah warga yang terdampak dalam kejadian tersebut. Kedua rumah itu dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total 13 orang penghuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1573\" data-end=\"1918\">Rumah pertama diketahui milik Sarlota Lumba (60) yang tinggal bersama sejumlah anggota keluarganya. Di dalam rumah tersebut juga tinggal tiga cucu, yakni Reus (11), Rean (4), dan Jio (3). Selain itu terdapat lima anak yang menjadi bagian dari keluarga tersebut, yaitu Marten (37), Verdi (36), Seli (29), Agustina (25), dan Lusi (40).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1920\" data-end=\"2079\">Sementara itu, rumah kedua merupakan milik Marten (65) yang tinggal bersama istrinya Matrina (65) serta dua cucu mereka, Kael (8) dan Rafa (8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2081\" data-end=\"2262\">Ismail menyebutkan bahwa setelah menerima laporan dari warga, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan menilai tingkat kerusakan yang terjadi pada rumah warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2264\" data-end=\"2403\">\u201cBegitu laporan kami terima, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi rumah yang terdampak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2405\" data-end=\"2654\">Dari hasil pemantauan awal di lapangan, BPBD menilai masih terdapat potensi longsor susulan di sekitar lokasi kejadian. Kondisi lereng yang masih labil dikhawatirkan dapat memicu runtuhan tanah tambahan yang berpotensi mengancam rumah warga lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2656\" data-end=\"2825\">Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2827\" data-end=\"2943\">Warga juga diminta untuk menghindari area yang berada dekat dengan titik longsor demi mengurangi risiko keselamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2945\" data-end=\"3130\">Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kota Bontang telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman guna membahas penanganan lebih lanjut terhadap dampak longsor tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3132\" data-end=\"3383\">Selain itu, pemantauan kondisi cuaca juga terus dilakukan dengan mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Bontang. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3132\" data-end=\"3383\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2014 Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang memicu bencana tanah longsor di kawasan permukiman warga Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, pada Rabu malam (04\/03\/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Material tanah dari lereng perbukitan dilaporkan runtuh dan mengenai sejumlah rumah warga di Jalan Pendidikan RT 03. Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":170333,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,19,26],"tags":[],"class_list":["post-170332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":170334,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170332\/revisions\/170334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}