{"id":171705,"date":"2026-03-13T09:28:36","date_gmt":"2026-03-13T01:28:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=171705"},"modified":"2026-03-13T09:28:36","modified_gmt":"2026-03-13T01:28:36","slug":"tragedi-di-pantai-carita-pelajar-asal-tangerang-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-di-pantai-carita-pelajar-asal-tangerang-hilang\/","title":{"rendered":"Tragedi di Pantai Carita, Pelajar Asal Tangerang Hilang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"60\" data-end=\"324\"><strong data-start=\"60\" data-end=\"70\">BANTEN<\/strong> \u2013 Insiden mengkhawatirkan terjadi di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Seorang pelajar bernama Raka Mudiawan (14) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus laut saat berenang di sekitar pantai tersebut pada Kamis (12\/3\/2026) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"326\" data-end=\"584\">Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.41 WIB ketika korban tengah berenang di tepian pantai bersama seorang rekannya. Namun, saat berada di perairan, korban diduga terseret arus laut yang cukup kuat hingga akhirnya menghilang dari penglihatan temannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"586\" data-end=\"798\">Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut dan langsung mengerahkan tim penyelamat ke lokasi untuk melakukan proses pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"800\" data-end=\"976\">\u201cKorban diduga terbawa arus laut saat berada di perairan pantai. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian,\u201d ujar Rizki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"978\" data-end=\"1190\">Menurut keterangan saksi di lokasi, rekan korban yang saat itu berenang bersama sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi arus laut yang cukup kuat membuat upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1192\" data-end=\"1313\">\u201cTeman korban sempat mencoba menolong, tetapi arus laut cukup kuat sehingga korban tidak dapat diselamatkan,\u201d kata Rizki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1315\" data-end=\"1597\">Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat kepolisian, relawan, serta unsur masyarakat kemudian melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area pantai serta perairan yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1599\" data-end=\"1734\">Petugas juga memanfaatkan berbagai metode pencarian untuk mempercepat proses menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1736\" data-end=\"1873\">\u201cPencarian terus dilakukan dengan menyisir wilayah laut dan darat di sekitar lokasi untuk menemukan korban secepat mungkin,\u201d jelas Rizki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1875\" data-end=\"2095\">Hingga saat ini, tim SAR masih melanjutkan proses pencarian. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pengunjung pantai untuk lebih berhati-hati ketika berenang di laut, terutama saat kondisi arus sedang kuat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1875\" data-end=\"2095\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN \u2013 Insiden mengkhawatirkan terjadi di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Seorang pelajar bernama Raka Mudiawan (14) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus laut saat berenang di sekitar pantai tersebut pada Kamis (12\/3\/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.41 WIB ketika korban tengah berenang di tepian pantai bersama seorang rekannya. Namun, saat berada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":171706,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[],"class_list":["post-171705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":171707,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171705\/revisions\/171707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/171706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}