{"id":172364,"date":"2026-03-16T14:16:23","date_gmt":"2026-03-16T06:16:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=172364"},"modified":"2026-03-16T14:16:23","modified_gmt":"2026-03-16T06:16:23","slug":"pelabuhan-sampit-padat-tiga-kapal-berangkat-sekaligus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pelabuhan-sampit-padat-tiga-kapal-berangkat-sekaligus\/","title":{"rendered":"Pelabuhan Sampit Padat, Tiga Kapal Berangkat Sekaligus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"71\" data-end=\"430\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2014 Aktivitas mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami lonjakan signifikan. Pada Minggu (16\/03\/2026), tercatat sebanyak 2.683 penumpang berangkat menuju sejumlah kota di Pulau Jawa, menjadikan hari tersebut sebagai puncak arus mudik di pelabuhan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"432\" data-end=\"733\">Lonjakan penumpang terjadi karena keberangkatan tiga kapal sekaligus dalam satu hari, yakni KM Leuser tujuan Semarang yang mengangkut 1.392 penumpang, KM Kirana III tujuan Surabaya dengan 768 penumpang, serta KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang yang membawa 523 penumpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"735\" data-end=\"913\">Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, mengatakan hari tersebut menjadi puncak aktivitas selama masa posko angkutan laut Lebaran yang berlangsung 13\u201330 Maret 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"915\" data-end=\"1102\">\u201cLonjakan hari ini terjadi karena ada tiga kapal yang berangkat dalam satu hari. Setelah ini jadwal kapal akan kembali normal, biasanya hanya satu atau dua kapal saja,\u201d ujarnya di Sampit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1104\" data-end=\"1427\">Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di terminal, pihak pelabuhan mempercepat proses embarkasi atau masuknya penumpang ke kapal. Jika biasanya dilakukan dua jam sebelum keberangkatan, kali ini proses tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB, sementara kapal pertama dijadwalkan berangkat pada pukul 11.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1429\" data-end=\"1537\">Langkah tersebut dilakukan agar penumpang tidak terburu-buru dan antrean di area pelabuhan tetap terkendali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1539\" data-end=\"1772\">KSOP juga menyiapkan solusi bagi pemudik yang tidak mendapatkan tiket. Hotman mengatakan pihaknya berkoordinasi langsung dengan operator kapal untuk menyediakan sejumlah tiket cadangan bagi penumpang yang memiliki kebutuhan mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1774\" data-end=\"1987\">\u201cTadi malam kami berkoordinasi dengan operator kapal untuk menyiapkan tiket cadangan. Ada sembilan orang yang akhirnya bisa berangkat menuju Surabaya untuk melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Barat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1989\" data-end=\"2265\">Menurut Hotman, rata-rata perjalanan laut dari Sampit menuju Semarang memakan waktu sekitar 28 jam. Sebagai contoh, kapal KM Leuser yang berangkat pukul 11.00 WIB diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang keesokan harinya sekitar pukul 13.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2267\" data-end=\"2527\">Ia juga memperkirakan jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan penumpang transportasi laut nasional yang berada di kisaran 6,7 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2529\" data-end=\"2642\">Hotman turut menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang turut menjaga kelancaran arus mudik di pelabuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2644\" data-end=\"2823\">\u201cKami sangat berterima kasih atas dukungan Kapolres dan Dandim beserta jajaran yang terus berkoordinasi dengan kami untuk memastikan arus mudik berjalan lancar dan aman,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2825\" data-end=\"3009\">Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain juga memantau langsung situasi di pelabuhan. Ia bahkan mengecek kondisi di dalam kapal sebelum penumpang diberangkatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3011\" data-end=\"3181\">\u201cPeninjauan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertib, apalagi hari ini ada tiga kapal dengan jumlah penumpang cukup besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3183\" data-end=\"3409\">Untuk menjaga keamanan selama arus mudik, Polres Kotim menurunkan sekitar 250 personel dalam operasi pengamanan. Khusus di area pelabuhan, jumlah petugas juga ditambah guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3411\" data-end=\"3543\">\u201cDi area pelabuhan kami menambah personel pengamanan karena intensitas kegiatan masyarakat meningkat cukup signifikan,\u201d jelas Resky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3545\" data-end=\"3732\">Dengan pengamanan yang diperketat serta koordinasi lintas instansi, arus mudik melalui Pelabuhan Sampit diharapkan tetap berjalan aman dan tertib hingga berakhirnya masa angkutan Lebaran. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3545\" data-end=\"3732\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2014 Aktivitas mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami lonjakan signifikan. Pada Minggu (16\/03\/2026), tercatat sebanyak 2.683 penumpang berangkat menuju sejumlah kota di Pulau Jawa, menjadikan hari tersebut sebagai puncak arus mudik di pelabuhan tersebut. Lonjakan penumpang terjadi karena keberangkatan tiga kapal sekaligus dalam satu hari, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":172365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-172364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172364"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172366,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172364\/revisions\/172366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/172365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}