{"id":1724,"date":"2014-06-05T02:57:19","date_gmt":"2014-06-04T18:57:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1724"},"modified":"2022-10-16T11:40:24","modified_gmt":"2022-10-16T03:40:24","slug":"gedung-bappeda-rawan-ambruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gedung-bappeda-rawan-ambruk\/","title":{"rendered":"Gedung Bappeda Rawan Ambruk"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Para pegawai dan tamu yang berkunjung\u00a0 ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang berada bagian belakang Kantor Wali Kota di Jl Jenderal Sudirman, sebaiknya berhati-hati. Pasalnya, bangunan ini dalam kondisi memprihatinkan. Bagian luar gedung yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan atau rapat mengalami retak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Begitu juga bagian lantai bawah gedung yang saat ini digunakan sebagai Kantin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, tegel lantainya copot karena kondisi tanahnya mengalami pergeseran. Bahkan ada bagian dalam gedung yang juga mengalami retak kurang lebih tiga meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKami khawatir Mas jangan sampai kami asyik makan di kantin. Tiba-tiba gedungnya ambruk,\u201d ujar Rachmat Lubis warga Gunung Bahagia yang berkunjung ke Balaikota, Selasa (3\/6) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia \u00a0mengaku sangat prihatin terhadap bagian gedung yang retak tersebut. Karena tepat berada pada ruang pertemuan. \u201cYang dikhawatirkan juga. Jangan sampai lagi ada \u00a0rapat tiba-tiba ambruk, ini \u2018kan sangat berbahaya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal senada juga diungkapkan Linda, salah seorang warga yang tengah mengurus sesuatu di balaikota. Dia berharap pemkot segera memperbaiki bagian gedung yang retak sehingga tidak merembet ke bagian gedung lainnya. \u201cJangan sampai menunggu korban Mas,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ya, waspada terhadap bangunan retak, apalagi fasilitas pemerintah harus ditingkatkan. Banyak kejadian bangunan ambruk gara-gara tidak diperhatikan dan dirawat maksimal. Terbaru, kasus yang terjadi di Samarinda Selasa (3\/6) kemarin. Setidaknya ada lima orang pekerja bangunan tewas tertimpa material, puluhan orang lainnya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kendati kasusnya berbeda, karena bangunan di Jalan Cenderawasih Samarinda merupakan ruko yang masih dalam proses pengerjaan. Namun, gedung yang sudah jadi, apalagi telah lama digunakan jika tak diperhatikan juga berpotensi musibah yang sama. \u201cNamanya waspada itu \u2018kan tidak ada salahnya,\u201d beber Linda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Ir Tara Allorante MM mengaku bahwa pihaknya belum mendapat laporan terkait bagian gedung Bappeda yang retak. \u201cKami (DPU) belum ada informasi Mas mengenai gedung Bappeda mengalami retak,\u201d ujar Tara- saapaan akrabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kendati belum mengetahui pasti tentang retaknya gedung Bappeda tersebut. Tapi, untuk perbaikan biasanya telah disiapkan dana pemeliharaan dari APBD Kota. \u201cMungkin untuk perbaikan gedung retak itu akan menggunakan dana pemeliharaan gedung,\u201d terang Tara, mantan Kabid Fisik Bappeda ini. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para pegawai dan tamu yang berkunjung\u00a0 ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang berada bagian belakang Kantor Wali Kota di Jl Jenderal Sudirman, sebaiknya berhati-hati. Pasalnya, bangunan ini dalam kondisi memprihatinkan. Bagian luar gedung yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan atau rapat mengalami retak. Begitu juga bagian lantai bawah gedung yang saat ini digunakan sebagai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1725,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-1724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1724"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22781,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1724\/revisions\/22781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}