{"id":17294,"date":"2018-01-30T16:47:44","date_gmt":"2018-01-30T08:47:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=17294"},"modified":"2018-01-30T16:47:44","modified_gmt":"2018-01-30T08:47:44","slug":"bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/","title":{"rendered":"Primata Indonesia Terancam Punah"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_17295\" aria-describedby=\"caption-attachment-17295\" style=\"width: 725px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Foto-Primata.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-17295\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Foto-Primata-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"725\" height=\"544\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-17295\" class=\"wp-caption-text\">Peserta diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1) (Foto:Yuni Hairunita)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1).<\/p>\n<p>Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600 jenis primata (bangsa kera atau monyet) di dunia setidaknya 58-59 jenis dapat ditemukan di Indonesia. Sayangnya, primata Indonesia itu terancam punah akibat kehilangan habitat dan perdagangan liar. Perdagangan primata merupakan ancaman paling serius terhadap kelestarian primata Indonesia setelah kerusakan habitat.<\/p>\n<p>&#8220;Butuh keperdulian kita bersama untuk menjaga agar primata indonesia tetap lestari, dalam menangani perdagangan primata yang dilindungi . Pemerintah indonesia sangat konsisten dan menjadikan hal tersebut sebagai salah satu prioritas yang masuk ke dalam indikator kinerja kementrian.&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Manager Program Kalimantan Barat WWF Indonesia, Albertus Tjiu melanjutkan, Keberadaan satu-satunya kera besar di benua Asia tersebut berdasarkan data IUCN 2016 semakin terancam, status dua \u00a0spisies, P.p.pygmaeus dan P.p.wurmbii naik dari Endangered menjadi Critically Endangered . Naiknya status ini di sebabkan oleh adanya konversi dan kebakaran habitat , serta pemburuan . Hal ini menjadi fokus utama diskusi sebagai upaya konservasi orangutan di Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Para pihak sebagai kunci utama keberhasilan dalam mengimplementasikan strategi dan rencana aksi konservasi orangutan . Kolaborasi keseluruh pihak akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan, bagaimana kemudian rencana perlindungan orangutan di Kalbar khususnya dapat dibangun dan diimplementasikan secara kolaborasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan semua pihak,&#8221; ujar Albertus.<\/p>\n<p>Disampaikan juga \u00a0kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta bahwa saat ini kasus kejahatan terhadap satwa liar masih tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam rangka menurunkan kasus kejahatan satwa liar khususnya orangutan, berbagai pihak kemudian dilibatkan dalam diskusi kali ini. Perlu kita lakukan bersama dan sinergikan . strategi konservasi seperti apa yang dapat kita jalani bersama kedepannya,&#8221; ucap Sadtata Noor disela-sela diskusi.<\/p>\n<p>Pertemuan para pihak ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan strategi dan rencana Aksi Konservasi (SRAK) orangutan Kalbar, SRAK Orangutan belum sepenuhnya menjawab permasalahan yang terus timbul pasca perumusan. Jika solusi konservasi orangutan termasuk keanekaragaman hayati kunci lainnya bisa di rumuskan, \u00a0termasuk juga pertimbangan aspek peningkatan ekonomi masyarakat lokal, kami yakin pilar konservasi dapat terwujud dan menguntungkan bagi semua pihak. (Yuni Hairunita)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17295,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273],"tags":[4644,5085,5595],"class_list":["post-17294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-bksda-kalbar","tag-diskusi","tag-satwa-liar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"main-administrator\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-30T08:47:44+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-01-30T08:47:44+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#blogposting\",\"name\":\"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo\",\"headline\":\"Primata Indonesia Terancam Punah\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":17295},\"datePublished\":\"2018-01-30T16:47:44+08:00\",\"dateModified\":\"2018-01-30T16:47:44+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Barat, BKSDA Kalbar, Diskusi, Satwa Liar\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#listItem\",\"name\":\"Primata Indonesia Terancam Punah\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Primata Indonesia Terancam Punah\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/\",\"name\":\"main-administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"main-administrator\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/\",\"name\":\"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo\",\"description\":\"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \\u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\\u201d di Pontianak pada Selasa (30\\\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":17295,\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#mainImage\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2018-01-30T16:47:44+08:00\",\"dateModified\":\"2018-01-30T16:47:44+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo","description":"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#blogposting","name":"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo","headline":"Primata Indonesia Terancam Punah","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":17295},"datePublished":"2018-01-30T16:47:44+08:00","dateModified":"2018-01-30T16:47:44+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Barat, BKSDA Kalbar, Diskusi, Satwa Liar"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#listItem","name":"Primata Indonesia Terancam Punah"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#listItem","position":3,"name":"Primata Indonesia Terancam Punah","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/","name":"main-administrator","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"main-administrator"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/","name":"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo","description":"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":17295,"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#mainImage"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/#mainImage"},"datePublished":"2018-01-30T16:47:44+08:00","dateModified":"2018-01-30T16:47:44+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo","og:description":"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2018-01-30T08:47:44+00:00","article:modified_time":"2018-01-30T08:47:44+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Primata Indonesia Terancam Punah - Berita Borneo","twitter:description":"PONTIANAK-Memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama para mitra penggiat konservasi primata melakukan diskusi bertajuk \u201cMembangun Strategi Konservasi Orangutan Kalimantan Barat\u201d di Pontianak pada Selasa (30\/1). Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Dahono Adji mengatakan, lebih dari 600","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"17294","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-29 04:38:36","updated":"2025-06-04 10:19:25","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPrimata Indonesia Terancam Punah\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Primata Indonesia Terancam Punah","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bksda-kalbar-kasus-kejahatan-satwa-liar-masih-tinggi\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17294\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}