{"id":173082,"date":"2026-03-20T17:24:17","date_gmt":"2026-03-20T09:24:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=173082"},"modified":"2026-03-20T17:24:17","modified_gmt":"2026-03-20T09:24:17","slug":"dua-hari-berturut-turut-kebakaran-lahan-kembali-terjadi-di-kotim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-hari-berturut-turut-kebakaran-lahan-kembali-terjadi-di-kotim\/","title":{"rendered":"Dua Hari Berturut-turut, Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kotim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4045\" data-end=\"4176\"><em>Karhutla kembali terjadi di Kotim dalam dua hari berturut-turut dengan indikasi pembakaran lahan dan ancaman api dari dalam gambut.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"296\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua hari terakhir di Kotim mendorong peningkatan kewaspadaan petugas, setelah api kembali muncul di kawasan Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kamis (19\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"298\" data-end=\"546\">Kejadian terbaru tersebut menimpa lahan kosong berupa semak belukar di sekitar proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Informasi awal diterima dari seorang pekerja proyek yang melihat adanya kobaran api di lokasi dan segera melaporkannya kepada petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"548\" data-end=\"817\">Menindaklanjuti laporan itu, regu pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sampit langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil tangki dan tiga personel. Jarak tempuh menuju lokasi diperkirakan sekitar 10 kilometer dari markas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"819\" data-end=\"1161\">Kepala Peleton I Damkarmat Sampit, Akhmad Ilham Wahyudi, mengatakan petugas segera melakukan verifikasi sebelum bergerak cepat ke lokasi kejadian. \u201cSetelah menerima laporan dan dilakukan validasi, tim langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah padam, tetapi masih terdapat asap,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Konten Kalteng, Kamis (19\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1163\" data-end=\"1439\">Meski api telah padam saat petugas tiba, proses penanganan tetap dilanjutkan melalui penyiraman untuk mencegah munculnya titik api baru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar dalam penanganan karhutla, terutama di lahan yang berpotensi menyimpan bara api. \u201cDilakukan penyiraman untuk memastikan tidak ada potensi api menyala kembali,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1532\" data-end=\"1677\">Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1679\" data-end=\"1984\">Sehari sebelumnya, kebakaran serupa juga terjadi di dua titik berbeda di Kotim dengan luas lahan terdampak mendekati 0,5 hektare. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyebut lokasi kebakaran relatif mudah dijangkau sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. \u201cHari ini terjadi karhutla di dua titik. Lokasinya bisa diakses dari jalan, jadi penanganan bisa cepat dilakukan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2111\" data-end=\"2336\">Dalam proses pemadaman, BPBD Kotim bekerja sama dengan Damkarmat serta dibantu relawan. Meski api berhasil dikendalikan, proses belum sepenuhnya selesai karena masih ditemukan asap yang keluar dari dalam lapisan tanah gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2338\" data-end=\"2417\">\u201cMemang belum sepenuhnya padam. Asap masih muncul dari dalam gambut,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2419\" data-end=\"2658\">Multazam juga mengungkapkan adanya indikasi kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan secara sengaja, yang terlihat dari pola sekat pada area terbakar. \u201cKalau dilihat dari tanda-tandanya, ada kemungkinan sengaja dibakar,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2660\" data-end=\"2938\">Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena karakteristik lahan gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi muncul kembali. Selain itu, beberapa lokasi diketahui merupakan titik rawan yang pernah mengalami kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2940\" data-end=\"3161\">BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai mengering. Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3163\" data-end=\"3313\">\u201cKami berharap masyarakat lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai kering,\u201d tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3315\" data-end=\"3355\">Penulis: Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla kembali terjadi di Kotim dalam dua hari berturut-turut dengan indikasi pembakaran lahan dan ancaman api dari dalam gambut. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua hari terakhir di Kotim mendorong peningkatan kewaspadaan petugas, setelah api kembali muncul di kawasan Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kamis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":173083,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[15663,15664,15661,15665,15666,15662,8824,4158,15667,4220],"class_list":["post-173082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bpbd-kotim","tag-damkarmat-sampit","tag-karhutla-kotim","tag-kebakaran-gambut","tag-kebakaran-kalteng","tag-kebakaran-lahan-baamang","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-mitigasi-karhutla","tag-pembakaran-lahan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173082"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173084,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173082\/revisions\/173084"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}