{"id":173470,"date":"2026-03-24T21:45:47","date_gmt":"2026-03-24T13:45:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=173470"},"modified":"2026-03-24T21:47:46","modified_gmt":"2026-03-24T13:47:46","slug":"ngeri-buaya-2-meter-serang-remaja-di-tanjung-limau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ngeri-buaya-2-meter-serang-remaja-di-tanjung-limau\/","title":{"rendered":"Ngeri! Buaya 2 Meter Serang Remaja di Tanjung Limau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2283\" data-end=\"2439\"><em>Seorang remaja di Bontang diserang buaya saat membantu memperbaiki kapal di tepi perairan TPI Tanjung Limau dan mengalami luka pada bagian kepala dan leher.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"264\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">BONTANG &#8211;<\/strong> Serangan buaya kembali terjadi di kawasan pesisir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (24\/03\/2026) siang, yang mengakibatkan seorang remaja mengalami luka serius saat membantu memperbaiki kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"266\" data-end=\"498\">Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita ketika korban berusia sekitar 15 tahun tengah berada di tepi perairan bersama ayahnya. Saat sedang bekerja, korban diduga tidak menyadari adanya buaya yang mengintai dari belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"500\" data-end=\"773\">Saksi mata, Daming, menyebut serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban dalam kondisi lengah. \u201cSekitar jam tiga sore. Anak itu lagi bantu bapaknya, tidak sadar ada buaya. Tiba-tiba diserang dari belakang,\u201d ujarnya sebagaimana dilansirKlikkaltim, Selasa, (24\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"775\" data-end=\"922\">Menurutnya, buaya yang menyerang diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter dan langsung menerkam korban saat sedang beraktivitas di tepi air. \u201cBuayanya kira-kira dua meter. Langsung nyerang pas anak itu lagi kerja,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1010\" data-end=\"1210\">Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian dahi dan leher akibat terkaman predator tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1212\" data-end=\"1358\">Korban kemudian langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. \u201cTadi langsung dibawa ke rumah sakit,\u201d pungkas Daming.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1360\" data-end=\"1609\">Peristiwa ini menambah daftar kasus serangan buaya di wilayah pesisir Bontang dan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di kawasan yang diketahui menjadi habitat satwa liar tersebut.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1611\" data-end=\"1641\">Penulis: Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang remaja di Bontang diserang buaya saat membantu memperbaiki kapal di tepi perairan TPI Tanjung Limau dan mengalami luka pada bagian kepala dan leher. BONTANG &#8211; Serangan buaya kembali terjadi di kawasan pesisir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (24\/03\/2026) siang, yang mengakibatkan seorang remaja mengalami luka serius saat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":173471,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,17,26],"tags":[12987,16164,16168,1656,16169,1428,15937,16167,16165,16166],"class_list":["post-173470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berita-kriminal","tag-buaya-bontang","tag-hewan-liar","tag-kaltim","tag-kejadian-bontang","tag-korban-buaya","tag-pesisir-bontang","tag-remaja-diserang-buaya","tag-serangan-buaya-tanjung-limau","tag-tpi-bontang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173470"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173474,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173470\/revisions\/173474"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}