{"id":173599,"date":"2026-03-25T17:24:12","date_gmt":"2026-03-25T09:24:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=173599"},"modified":"2026-03-25T17:24:12","modified_gmt":"2026-03-25T09:24:12","slug":"cake-gula-merah-jadi-andalan-umkm-lokal-di-tenggarong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cake-gula-merah-jadi-andalan-umkm-lokal-di-tenggarong\/","title":{"rendered":"Cake Gula Merah Jadi Andalan UMKM Lokal di Tenggarong"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"2accfdb4-33a4-4bb1-bcc9-d917a010b7fe\" data-testid=\"conversation-turn-5\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:dc103411-955b-4582-a020-bb185e69a448-2\" data-testid=\"conversation-turn-6\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"fd5e845d-4051-49ac-b364-cb9d3996929d\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3153\" data-end=\"3310\"><em>UMKM cake gula merah di Tenggarong tetap bertahan sejak 2010 dengan mengandalkan cita rasa tradisional, meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"385\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"23\">KUTAI KARTANEGARA &#8211;<\/strong> Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cake gula merah milik Desy Marlina di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus bertahan sejak 2010 dengan mengandalkan cita rasa tradisional sebagai daya tarik utama. Meski sempat berhenti beroperasi pada 2018\u20132019, usaha tersebut kembali berjalan sejak 2020 dan kini dipasarkan secara langsung maupun daring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"387\" data-end=\"571\">Desy Marlina menuturkan, usaha cake gula merah telah dirintis sejak lama sebelum akhirnya dijalankan secara konsisten pada 2010. Namun, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"573\" data-end=\"736\">\u201cJualan ini mulai 2010 sampai sekarang. Sempat berhenti sekitar 2018 atau 2019, lalu mulai lagi pada 2020,\u201d ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (25\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"738\" data-end=\"916\">Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah fluktuasi harga bahan baku utama, yakni gula merah. Kenaikan harga dinilai cukup memengaruhi biaya produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"918\" data-end=\"1049\">\u201cKalau harga gula merah naik, itu yang paling terasa. Sekarang saja di kisaran Rp40.000, jadi cukup memengaruhi produksi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1051\" data-end=\"1301\">Menurut Desy, untuk menjaga kualitas rasa, ia tetap menggunakan gula merah asli berbentuk balok yang dibeli langsung dari pasar. Hal ini menjadi pembeda produknya dibandingkan cake pada umumnya yang menggunakan gula putih dengan berbagai varian rasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1303\" data-end=\"1458\">\u201cKalau yang saya buat ini memang fokus gula merah, karena tidak banyak yang pakai. Biasanya orang pakai gula putih dengan rasa moka atau pandan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1460\" data-end=\"1649\">Meski memiliki beberapa varian lain, ia mengakui cake gula merah tetap menjadi produk utama karena paling diminati pelanggan. Respons konsumen terhadap produk tersebut juga dinilai positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1651\" data-end=\"1758\">\u201cPembeli bilang teksturnya lembut, rasanya enak, dan manisnya pas. Jadi mereka sering beli ulang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1760\" data-end=\"1956\">Produk cake gula merah tersebut dijual dengan harga mulai Rp30.000 hingga Rp70.000 per kemasan. Ukuran kecil dengan harga Rp30.000 menjadi yang paling diminati karena sering dijadikan buah tangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1958\" data-end=\"2165\">Dalam hal pemasaran, Desy memanfaatkan platform <em data-start=\"2006\" data-end=\"2016\">WhatsApp<\/em> dan <em data-start=\"2021\" data-end=\"2031\">Facebook<\/em>, selain melayani pembelian langsung di rumah produksi yang berlokasi di Jalan Mangkuraja, Gang Bentian, Blok B Nomor 111, Tenggarong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2167\" data-end=\"2336\">Ke depan, ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas, khususnya sebagai pilihan kue tradisional dengan cita rasa khas gula merah. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2338\" data-end=\"2385\">Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UMKM cake gula merah di Tenggarong tetap bertahan sejak 2010 dengan mengandalkan cita rasa tradisional, meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku. KUTAI KARTANEGARA &#8211; Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cake gula merah milik Desy Marlina di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus bertahan sejak 2010 dengan mengandalkan cita rasa tradisional sebagai daya tarik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":173607,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,33],"tags":[16411,7616,16440,16443,560,561,16441,1089,16438,7249,16439,16442],"class_list":["post-173599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-cake-gula-merah","tag-facebook","tag-harga-gula-merah","tag-kue-tradisional","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-pemasaran-online","tag-tenggarong","tag-umkm-cake-gula-merah","tag-umkm-kukar","tag-usaha-rumahan","tag-whatsapp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173599"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173632,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173599\/revisions\/173632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}