{"id":174369,"date":"2026-03-29T17:32:40","date_gmt":"2026-03-29T09:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=174369"},"modified":"2026-03-29T17:32:40","modified_gmt":"2026-03-29T09:32:40","slug":"ramai-dikunjungi-sepaku-semoi-jadi-ikon-baru-rekreasi-di-ikn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ramai-dikunjungi-sepaku-semoi-jadi-ikon-baru-rekreasi-di-ikn\/","title":{"rendered":"Ramai Dikunjungi, Sepaku Semoi Jadi Ikon Baru Rekreasi di IKN"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"76c18a04-99ba-4b46-982c-9967b7047ad4\" data-testid=\"conversation-turn-7\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:904ad934-5938-41e4-b796-0892184d1ce0-3\" data-testid=\"conversation-turn-8\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"c9e85341-cd7b-4103-ade4-bf47b1899b84\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3660\" data-end=\"3811\"><em>Pertunjukan budaya dan fasilitas wisata menjadikan Bendungan Sepaku Semoi di IKN berkembang sebagai ruang publik baru yang ramai dikunjungi masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"280\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">NUSANTARA<\/strong> &#8211; Kawasan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Bendungan Sepaku Semoi<\/span><\/span> di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, ditandai dengan meningkatnya kunjungan masyarakat dan hadirnya aktivitas seni budaya serta fasilitas rekreasi yang menarik minat warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"282\" data-end=\"547\">Momentum tersebut terlihat saat pertunjukan Reog Ponorogo digelar pada Sabtu (28\/03\/2026), yang disambut antusias oleh pengunjung. Atraksi topeng <em data-start=\"427\" data-end=\"440\">dadak merak<\/em> yang diangkat tinggi oleh para penari memicu sorak penonton, menciptakan suasana meriah di area bendungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"549\" data-end=\"974\">Kelompok seni Singo Joyo Nusantoro yang tampil merupakan komunitas warga asal Ponorogo yang telah lama bermukim di Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku. Penasihat kelompok, Senen, menyampaikan komitmennya dalam melestarikan budaya di tanah rantau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"549\" data-end=\"974\">\u201cDulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,\u201d katanya. \u201cAlhamdulillah, masyarakat senang. Kami juga senang bisa menghibur.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"976\" data-end=\"1281\">Antusiasme juga terlihat dari pengunjung. Wulan, warga Semoi 4, mengaku menikmati pertunjukan yang menurutnya jarang ditemui di kawasan tersebut. \u201cSuka saja lihat Reog atau kuda lumping. Bagus kalau terus ada, supaya tidak hilang,\u201d ujarnya. \u201cJadi lebih ramai. Banyak juga orang dari luar yang datang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1283\" data-end=\"1618\">Hal serupa disampaikan Sidik, warga Sepaku, yang datang bersama keluarganya. Ia menilai kegiatan seperti ini memberikan ruang hiburan sekaligus mempererat interaksi sosial masyarakat. \u201cSenang, ramai. Sudah lama tidak ada acara seperti ini di sini,\u201d katanya. \u201cApalagi di bendungan, jadi ada hiburan. Masyarakat juga jadi berkumpul.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1620\" data-end=\"1949\">Seiring meningkatnya aktivitas, kawasan bendungan yang kini telah dibuka untuk umum mulai dilengkapi fasilitas penunjang. Salah satunya adalah Kopi Bend\u2019s yang beroperasi setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00 WITA, menawarkan berbagai pilihan minuman seperti kopi dan <em data-start=\"1887\" data-end=\"1895\">matcha<\/em>, serta makanan ringan hingga menu <em data-start=\"1930\" data-end=\"1937\">grill<\/em> dan <em data-start=\"1942\" data-end=\"1948\">suki<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1951\" data-end=\"2303\">Pengelola Kopi Bend\u2019s, Farih, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kawasan bendungan sebagai ruang publik. \u201cBendungan ini sekarang sudah dibuka untuk umum. Kami ingin kawasan ini hidup. Salah satunya dengan menghadirkan Kopi Bend\u2019s, supaya pengunjung bisa bersantai dan menikmati suasana di sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2305\" data-end=\"2652\">Selain itu, tersedia pula kebun melon yang dapat dikunjungi langsung oleh wisatawan. Pengunjung diberi kesempatan memetik buah secara mandiri, yang menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi keluarga. \u201cKonsep petik melon ini juga kami hadirkan supaya ada aktivitas tambahan. Jadi bukan hanya rekreasi, tapi juga ada sisi edukasinya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2654\" data-end=\"2882\">Dengan berbagai aktivitas dan fasilitas tersebut, Bendungan Sepaku Semoi kini tidak lagi sekadar infrastruktur penampung air, melainkan berkembang menjadi ruang sosial, budaya, dan ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan IKN. []\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertunjukan budaya dan fasilitas wisata menjadikan Bendungan Sepaku Semoi di IKN berkembang sebagai ruang publik baru yang ramai dikunjungi masyarakat. NUSANTARA &#8211; Kawasan Bendungan Sepaku Semoi di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, ditandai dengan meningkatnya kunjungan masyarakat dan hadirnya aktivitas seni budaya serta fasilitas rekreasi yang menarik minat warga. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":174370,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,9430],"tags":[17216,165,17217,8002,9514,17218,10998,15401,695,16136,16212],"class_list":["post-174369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-nusantara","tag-bendungan-sepaku-semoi","tag-ikn","tag-kopi-bends","tag-nusantara","tag-penajam-paser-utara","tag-petik-melon","tag-reog-ponorogo","tag-ruang-publik","tag-sepaku","tag-wisata-edukasi","tag-wisata-ikn"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174371,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174369\/revisions\/174371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}