{"id":174484,"date":"2026-03-30T15:18:03","date_gmt":"2026-03-30T07:18:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=174484"},"modified":"2026-03-30T15:18:03","modified_gmt":"2026-03-30T07:18:03","slug":"udara-pontianak-memburuk-ispu-masuk-kategori-tidak-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/udara-pontianak-memburuk-ispu-masuk-kategori-tidak-sehat\/","title":{"rendered":"Udara Pontianak Memburuk, ISPU Masuk Kategori Tidak Sehat"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"958ac360-7ee9-4e7a-9588-db20ab4a2aed\" data-testid=\"conversation-turn-29\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:0c31c584-fa0e-48c3-a91c-29bb819859ed-14\" data-testid=\"conversation-turn-30\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"71c61335-0859-431a-b318-981204d128df\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4237\" data-end=\"4375\"><em>Kabut asap kiriman dari Kubu Raya menurunkan kualitas udara Pontianak, pemerintah fokus pada pencegahan dan penguatan pengawasan karhutla.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"269\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">PONTIANAK &#8211;<\/strong> Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Kota Pontianak kembali menurunkan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tercatat pada Minggu (29\/03\/2026) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"271\" data-end=\"737\">Wali Kota (Wali Kota) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa sumber utama asap bukan berasal dari dalam kota, melainkan kiriman dari wilayah aglomerasi, khususnya Kabupaten Kubu Raya. \u201cAkibatnya, kualitas udara terutama pada malam hari menjadi sangat tidak sehat. Berdasarkan alat pemantau kualitas udara yang beroperasi selama 24 jam, kondisi ini terpantau hingga pagi dan siang hari,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Pontianak Post, Minggu, (29\/03\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"739\" data-end=\"995\">Ia menyebutkan, kebakaran yang sempat terjadi di dalam wilayah kota, tepatnya di ujung Jalan Purnama yang berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya, telah berhasil dipadamkan. Namun, asap dari wilayah sekitar masih terbawa angin dan menyelimuti Kota Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"997\" data-end=\"1428\">Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pun menekankan langkah pencegahan sebagai strategi utama dalam menghadapi potensi karhutla, dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas. \u201cYang paling utama adalah pencegahan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Ini sangat penting untuk mengurangi dampak kebakaran, dibandingkan jika api sudah meluas baru dilakukan pemadaman,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1430\" data-end=\"1626\">Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi pengendara sepeda motor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1628\" data-end=\"2014\">Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Pontianak telah membentuk Tim Terpadu Penanganan Karhutla yang melibatkan berbagai unsur, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Komando Distrik Militer (Kodim) 1207\/Pontianak, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemadam kebakaran, serta perangkat kecamatan, kelurahan, hingga relawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2016\" data-end=\"2349\">Pembentukan tim ini didasarkan pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi musim kemarau panjang akibat anomali <em data-start=\"2167\" data-end=\"2176\">El Nino<\/em>. \u201cBerdasarkan prediksi dan kondisi cuaca dari BMKG, Kota Pontianak dan sekitarnya akan mengalami musim kemarau dengan kondisi panas dan kering yang cukup panjang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2351\" data-end=\"2611\">Dalam upaya pengawasan, Pemkot Pontianak juga memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan <em data-start=\"2441\" data-end=\"2448\">drone<\/em> untuk memantau titik rawan kebakaran, khususnya di wilayah lahan gambut seperti Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan, serta wilayah Pontianak Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2613\" data-end=\"3026\">Edi menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 114 Tahun 2021. \u201cLahan yang digunakan untuk pembangunan perumahan dan terbukti dibakar akan disegel serta diproses sesuai ketentuan yang berlaku,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3028\" data-end=\"3292\">Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 1207\/Pontianak melalui Dandim Robbi Firdaus juga menginstruksikan jajaran Babinsa untuk aktif berkoordinasi dengan BPBD, aparat kelurahan, serta masyarakat guna mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3294\" data-end=\"3591\">Upaya penanganan juga dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga posko terpadu, untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla dan meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3593\" data-end=\"3623\">Penulis: Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabut asap kiriman dari Kubu Raya menurunkan kualitas udara Pontianak, pemerintah fokus pada pencegahan dan penguatan pengawasan karhutla. PONTIANAK &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Kota Pontianak kembali menurunkan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tercatat pada Minggu (29\/03\/2026) pagi. Wali &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":174485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[13746,16365,17389,1461,189,1529,17390,3189,4400,329],"class_list":["post-174484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-pontianak","tag-el-nino","tag-ispu-pontianak","tag-kabut-asap","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan","tag-kualitas-udara","tag-kubu-raya","tag-pemkot-pontianak","tag-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174486,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174484\/revisions\/174486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}