{"id":175397,"date":"2026-04-03T21:59:42","date_gmt":"2026-04-03T13:59:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=175397"},"modified":"2026-04-03T22:00:15","modified_gmt":"2026-04-03T14:00:15","slug":"dpo-kasus-teror-air-upas-diburu-jejak-hilang-di-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dpo-kasus-teror-air-upas-diburu-jejak-hilang-di-hutan\/","title":{"rendered":"DPO Kasus Teror Air Upas Diburu, Jejak Hilang di Hutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi bersama tim gabungan memperluas pencarian terhadap pelaku teror pembakaran di Air Upas yang melarikan diri ke hutan setelah diduga terluka.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG <\/strong>&#8211; Aparat kepolisian memperluas pencarian terhadap seorang terduga pelaku teror pembakaran pondok di Kecamatan Air Upas setelah insiden kontak dengan warga di kawasan hutan Dusun Petuakan berujung pelarian pelaku yang diduga mengalami luka, Minggu 29 Maret 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pengejaran dilakukan secara intensif oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Marau bersama Kepolisian Resor (Polres) Ketapang dengan melibatkan unsur gabungan, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Marau, Septo Suria, menjelaskan peristiwa bermula saat warga melakukan penyisiran di kawasan hutan dan menemukan sebuah tenda mencurigakan. Saat diperiksa, ditemukan seorang laki-laki tidak dikenal berada di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi kemudian memanas ketika terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senapan angin, sehingga salah satu warga melakukan tindakan penembakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setelah kejadian tersebut, laki-laki tersebut melarikan diri ke dalam hutan dengan kondisi diduga mengalami luka. Menindaklanjuti kejadian itu, pihak kepolisian segera mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta melakukan penyisiran bersama masyarakat dengan mengikuti jejak berupa bercak darah ke arah hutan. Namun, jejak tersebut hilang akibat kondisi medan yang sulit,&#8221; papar Kapolsek, sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, Jumat (03\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mempercepat penelusuran, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan Unit Satwa K9 Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar). Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian, mulai dari kawasan hutan, perkebunan, hingga permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, penyelidikan juga dilakukan secara tertutup dengan mengumpulkan informasi dari masyarakat serta melakukan penggeledahan di lingkungan keluarga terduga pelaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil penyelidikan, kepolisian telah menetapkan seorang pria bernama Jaka sebagai tersangka. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik, sehingga ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dilakukan penyebaran informasi secara luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Marau mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan di luar hukum dan tetap mendukung proses penegakan hukum yang sedang berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUpaya pencarian dan penyelidikan akan terus dilakukan secara maksimal hingga pelaku berhasil diamankan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat pengungkapan kasus sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di wilayah Air Upas. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi bersama tim gabungan memperluas pencarian terhadap pelaku teror pembakaran di Air Upas yang melarikan diri ke hutan setelah diduga terluka. KETAPANG &#8211; Aparat kepolisian memperluas pencarian terhadap seorang terduga pelaku teror pembakaran pondok di Kecamatan Air Upas setelah insiden kontak dengan warga di kawasan hutan Dusun Petuakan berujung pelarian pelaku yang diduga mengalami luka, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":175399,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,30],"tags":[18252,126,18255,4861,202,18256,2953,2723,18253,18254],"class_list":["post-175397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-air-upas","tag-dpo","tag-k9","tag-kalimantan-barat","tag-ketapang","tag-pencarian-pelaku","tag-polda-kalbar","tag-polres-ketapang","tag-polsek-marau","tag-teror-pembakaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175397"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175401,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175397\/revisions\/175401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}