{"id":175419,"date":"2026-04-04T11:09:32","date_gmt":"2026-04-04T03:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=175419"},"modified":"2026-04-04T11:19:54","modified_gmt":"2026-04-04T03:19:54","slug":"rp11-miliar-digelontorkan-pemulihan-pasar-segiri-jadi-kunci-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rp11-miliar-digelontorkan-pemulihan-pasar-segiri-jadi-kunci-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Rp1,1 Miliar Digelontorkan, Pemulihan Pasar Segiri Jadi Kunci Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"2f3e609c-4c8e-491e-b63e-16b0076696ea\" data-testid=\"conversation-turn-3\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:945ced20-8993-4e4f-90e7-39da5e844729-25\" data-testid=\"conversation-turn-4\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"e894d3bf-aacc-455d-8641-2fc15281476b\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Samarinda mempercepat pembangunan Pasar Segiri pascakebakaran sambil menyoroti tingginya ketergantungan pasokan pangan di Kaltim yang mencapai 80 persen.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembangunan kembali los pedagang sayur di Pasar Segiri pascakebakaran, sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan pasokan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan percepatan pembangunan pasar menjadi langkah strategis untuk memulihkan aktivitas perdagangan, khususnya distribusi bahan pangan yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Samarinda telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,1 miliar yang bersumber dari dana tak terduga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna membangun kembali fasilitas los pedagang yang terdampak kebakaran pada Kamis, 26 Maret 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAnggaran sebesar Rp1,1 miliar sudah kita siapkan untuk pembangunan kembali Pasar Segiri yang terbakar,\u201d ujar Andi Harun kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Kamis (02\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi prioritas utama agar para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dan distribusi bahan pangan tidak terganggu lebih lama. Pasar tradisional seperti Pasar Segiri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, pembangunan akan segera dimulai setelah kondisi lahan dinyatakan siap secara teknis. Saat ini, proses pembersihan lokasi bekas kebakaran hampir rampung, namun masih diperlukan tahap lanjutan berupa perataan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang masih tahap persiapan. Kalau lokasi sudah siap, langsung kita kerjakan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi konstruksi, Pemkot Samarinda akan menggunakan struktur kombinasi beton dan kayu ulin untuk meningkatkan kekuatan bangunan tanpa meninggalkan karakter pasar tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cStruktur bangunan akan menggunakan kombinasi beton dan ulin agar lebih kuat, namun tetap sesuai dengan karakter pasar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah upaya pemulihan pasar tersebut, Andi Harun juga menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi daerah, yakni tingginya ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah yang mencapai 70 hingga 80 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kondisi tersebut berisiko apabila terjadi gangguan produksi di daerah pemasok utama seperti Sulawesi dan Jawa Timur, termasuk akibat anomali cuaca yang dapat memicu gagal panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika daerah penghasil mengalami gagal panen, kebutuhan mereka sendiri belum tentu terpenuhi, apalagi untuk memasok ke daerah lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengungkapkan, kapasitas produksi pangan di Kaltim saat ini masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri. Bahkan, jika seluruh hasil pertanian dikumpulkan, jumlahnya belum tentu mencukupi kebutuhan satu kabupaten atau kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan produksi pangan, sehingga diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian pangan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai solusi, Andi Harun mendorong sinergi lintas kabupaten dan kota di Kaltim, termasuk melalui program pencetakan sawah baru dan pemanfaatan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan orientasi pembangunan daerah dengan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti batu bara dan minyak dan gas bumi (migas), serta mulai memprioritaskan sektor pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita tidak bisa terus bergantung pada batu bara dan migas. Yang utama adalah memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, ia menyebut hampir seluruh komoditas pangan di Samarinda masih dipasok dari luar daerah, mulai dari beras, telur, sayur-mayur hingga buah-buahan. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah percepatan dalam membangun ketahanan pangan berbasis produksi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mendorong penyusunan perencanaan terpadu berbasis data, termasuk perhitungan kebutuhan pangan tahunan dan kebutuhan luas lahan pertanian yang harus disiapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harus hitung kebutuhan beras di Kaltim berapa ton, lalu tentukan berapa luas sawah yang harus dibuka agar produksi bisa mencukupi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andi Harun menegaskan bahwa upaya pemulihan pasar dan penguatan ketahanan pangan harus berjalan beriringan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita targetkan secepat mungkin agar pedagang bisa kembali berjualan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harus mulai bergerak menuju kemandirian pangan dengan langkah yang konkret dan terintegrasi,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Samarinda mempercepat pembangunan Pasar Segiri pascakebakaran sambil menyoroti tingginya ketergantungan pasokan pangan di Kaltim yang mencapai 80 persen. SAMARINDA &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembangunan kembali los pedagang sayur di Pasar Segiri pascakebakaran, sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan pasokan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan ekonomi daerah. Wali &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":175480,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[9408,18357,18358,18354,18355,16452,18356,1819,13035,609],"class_list":["post-175419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-andi-harun","tag-apbd-samarinda","tag-ekonomi-daerah-samarinda","tag-kebakaran-pasar-samarinda","tag-ketahanan-pangan-kaltim","tag-pasar-segiri","tag-pasokan-pangan-luar-daerah","tag-pemkot-samarinda","tag-revitalisasi-pasar","tag-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175419"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175482,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175419\/revisions\/175482"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}