{"id":175850,"date":"2026-04-06T18:10:33","date_gmt":"2026-04-06T10:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=175850"},"modified":"2026-04-06T18:11:52","modified_gmt":"2026-04-06T10:11:52","slug":"amuk-massa-di-taraju-padepokan-diduga-aliran-menyimpang-dibakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/amuk-massa-di-taraju-padepokan-diduga-aliran-menyimpang-dibakar\/","title":{"rendered":"Amuk Massa di Taraju, Padepokan Diduga Aliran Menyimpang Dibakar"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"f2599f00-c870-4a96-8ab9-374ae70663b9\" data-testid=\"conversation-turn-13\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-69d37dc7-1328-839a-873a-6accfa3c15e3-0\" data-testid=\"conversation-turn-14\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"648ccce7-814c-426a-9a5c-32e43406adec\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Keresahan warga atas dugaan aktivitas menyimpang memicu pembakaran padepokan di Tasikmalaya, sementara polisi masih mendalami fakta di lapangan.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> &#8211; Ketegangan sosial yang dipicu dugaan aktivitas menyimpang berujung aksi pembakaran sebuah bangunan padepokan di Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu 1 April 2026, setelah warga meluapkan keresahan yang telah berlangsung sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangunan yang terbakar diketahui merupakan Padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ) yang berada di area persawahan Kampung Babakan Salak. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan sekelompok warga membakar saung yang diduga menjadi lokasi aktivitas kelompok yang dicurigai sebagai aliran menyimpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan peristiwa dipicu oleh keresahan warga terhadap aktivitas di lokasi tersebut. \u201cAksi warga berhasil diredam dan tak lama mereka membubarkan diri,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin (06\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hendra, warga juga menaruh kecurigaan terhadap pemilik padepokan berinisial K yang dituding melakukan penistaan agama. Namun, hingga saat ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) belum dapat memastikan kebenaran tuduhan tersebut, termasuk dugaan adanya aktivitas aliran menyimpang di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengendalikan situasi dan mencegah aksi lanjutan. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pemilik padepokan tersebut pernah terlibat dalam kasus serupa terkait dugaan aliran menyimpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, aparat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait motif maupun kebenaran dugaan yang berkembang di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjaga stabilitas keamanan, Polri bersama tokoh agama dan unsur pemerintah daerah melakukan koordinasi guna meredam potensi konflik lanjutan di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan agar situasi tetap kondusif dan tidak memicu aksi serupa di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian persoalan sosial dan keagamaan melalui jalur hukum serta dialog, guna mencegah tindakan main hakim sendiri yang berpotensi menimbulkan konflik lebih luas. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keresahan warga atas dugaan aktivitas menyimpang memicu pembakaran padepokan di Tasikmalaya, sementara polisi masih mendalami fakta di lapangan. JAWA BARAT &#8211; Ketegangan sosial yang dipicu dugaan aktivitas menyimpang berujung aksi pembakaran sebuah bangunan padepokan di Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu 1 April 2026, setelah warga meluapkan keresahan yang telah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":175852,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[18760,18758,18761,18756,18757,18759,10175,5781,18755,16104],"class_list":["post-175850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-aksi-massa","tag-aliran-sesat","tag-konflik-sosial","tag-padepokan-stj","tag-pembakaran-padepokan","tag-penistaan-agama","tag-polda-jabar","tag-polri","tag-taraju","tag-tasikmalaya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175850"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175856,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175850\/revisions\/175856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}