{"id":176122,"date":"2026-04-07T17:22:20","date_gmt":"2026-04-07T09:22:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176122"},"modified":"2026-04-07T17:22:20","modified_gmt":"2026-04-07T09:22:20","slug":"pintu-terkunci-dari-dalam-pria-di-kotim-ditemukan-tak-bernyawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pintu-terkunci-dari-dalam-pria-di-kotim-ditemukan-tak-bernyawa\/","title":{"rendered":"Pintu Terkunci dari Dalam, Pria di Kotim Ditemukan Tak Bernyawa"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"37dfcdd6-4ffe-4aa3-9a87-3d70a8a82d94\" data-testid=\"conversation-turn-27\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:ef4c466c-1eca-4ae6-ab8d-7df44c2aa936-15\" data-testid=\"conversation-turn-28\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"6cf214c3-5813-4ae9-8de9-68ee22af8e1d\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang pria di Kotawaringin Timur ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah, motif kejadian masih dalam penyelidikan.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\n<\/strong><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>&#8211; Peristiwa bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ketika seorang pria berinisial Hd (31) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Senin (06\/04\/2026), menambah daftar kasus serupa dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban pertama kali ditemukan oleh dua rekannya yang datang untuk menemuinya sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam dan tidak ada respons dari korban meski telah dipanggil berulang kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDipanggil-panggil tidak ada jawaban dari dalam,\u201d ucap salah seorang saksi, sebagaimana dilansir Suara Milenial, Senin (06\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu saksi kemudian masuk melalui pintu belakang dan menuju kamar korban. Di dalam kamar, korban ditemukan dalam kondisi tergantung. Saksi yang panik segera memotong tali menggunakan puntung rokok untuk menurunkan korban, lalu membuka pintu depan dan memanggil rekannya serta orang tua korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, saat diturunkan, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Besi untuk penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan korban meninggal dunia di tempat. Polisi juga menemukan barang bukti berupa tali berwarna biru yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, motif di balik aksi nekat tersebut belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap latar belakang kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menambah catatan kasus bunuh diri di wilayah Kotim dalam waktu berdekatan, setelah sebelumnya dilaporkan kejadian serupa yang melibatkan seorang perempuan muda dalam kondisi hamil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian berulang ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta memperkuat dukungan sosial di lingkungan sekitar guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pria di Kotawaringin Timur ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah, motif kejadian masih dalam penyelidikan. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Peristiwa bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ketika seorang pria berinisial Hd (31) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Senin (06\/04\/2026), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176124,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[19008,19004,19006,4084,13321,13500,8824,19005,19007,8859],"class_list":["post-176122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-berita-sampit","tag-bunuh-diri-kotim","tag-desa-hanjalipan","tag-kasus-bunuh-diri","tag-kejadian-tragis","tag-kesehatan-mental","tag-kotawaringin-timur","tag-polsek-kota-besi","tag-pria-gantung-diri","tag-sampit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176122"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176126,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176122\/revisions\/176126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}