{"id":176135,"date":"2026-04-07T17:37:47","date_gmt":"2026-04-07T09:37:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176135"},"modified":"2026-04-07T17:42:00","modified_gmt":"2026-04-07T09:42:00","slug":"modus-telepon-minta-tolong-guru-kutim-jadi-korban-begal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/modus-telepon-minta-tolong-guru-kutim-jadi-korban-begal\/","title":{"rendered":"Modus Telepon Minta Tolong, Guru Kutim Jadi Korban Begal"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"5b82e84f-6521-418a-b6bd-859d0ca23f8b\" data-testid=\"conversation-turn-19\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:7495d1f3-0d38-42ea-a3ff-7affe318986d-38\" data-testid=\"conversation-turn-20\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"e52403f3-2222-471a-b0ff-c7ab458088e9\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang guru SD asal Kutim menjadi korban dugaan pembegalan di Bontang setelah menerima telepon permintaan bantuan yang diduga berujung jebakan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Aksi kriminal jalanan kembali menimpa warga di malam hari. Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 006 Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Cornelius, menjadi korban dugaan pembegalan oleh sekelompok pelaku di kawasan Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, Kota Bontang, Senin (06\/04\/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa tersebut terjadi saat korban diduga hendak memenuhi permintaan bantuan dari seseorang melalui sambungan telepon. Namun, situasi berubah menjadi aksi kekerasan ketika korban dalam perjalanan pulang dari kawasan Tugu Selamat Datang menuju Jalan Pipa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 006 Teluk Pandan, Ilyas, menjelaskan bahwa korban semula mengira panggilan tersebut berasal dari rekannya yang membutuhkan pertolongan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDia pikir temannya yang tinggal di Suka Rahmat minta tolong, tapi dia kelewatan sampai ke Tugu Selamat Datang. Setelah itu dia balik, di dekat jalan pipa itu kejadiannya,\u201d ujar Ilyas, sebagaimana diberitakan Aksara, Senin, (06\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjalanan kembali, korban diduga diserang oleh lebih dari tiga orang pelaku. Para pelaku kemudian merampas telepon genggam milik korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala, lebam di area mata, serta luka pada lutut dan pinggang. Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi serupa juga disampaikan oleh rekan korban, Yani, yang membenarkan jumlah pelaku lebih dari tiga orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInformasinya beliau diserang lebih dari tiga orang, dan handphone-nya diambil,\u201d ujar Yani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait kronologi lengkap maupun langkah penanganan kasus tersebut. Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tindak kriminal di kawasan tersebut, terutama pada malam hari. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang guru SD asal Kutim menjadi korban dugaan pembegalan di Bontang setelah menerima telepon permintaan bantuan yang diduga berujung jebakan BONTANG &#8211; Aksi kriminal jalanan kembali menimpa warga di malam hari. Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 006 Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Cornelius, menjadi korban dugaan pembegalan oleh sekelompok pelaku di kawasan Jalan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176143,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[19021,1743,19019,19017,19018,13357,15219,1699,19016,19020],"class_list":["post-176135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-aksi-begal","tag-bontang","tag-bukit-kusnodo","tag-guru-sd","tag-jalan-pipa","tag-keamanan-malam","tag-kriminal-bontang","tag-kutim","tag-pembegalan","tag-rsud-taman-husada"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176135"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176153,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176135\/revisions\/176153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}