{"id":176229,"date":"2026-04-08T15:44:22","date_gmt":"2026-04-08T07:44:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176229"},"modified":"2026-04-08T16:00:20","modified_gmt":"2026-04-08T08:00:20","slug":"banjir-besar-di-dagestan-15-juta-warga-terdampak-dan-infrastruktur-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-besar-di-dagestan-15-juta-warga-terdampak-dan-infrastruktur-rusak\/","title":{"rendered":"Banjir Besar di Dagestan, 1,5 Juta Warga Terdampak dan Infrastruktur Rusak"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"043f7e32-6bf1-427a-be2d-e02ae509b2d5\" data-testid=\"conversation-turn-23\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:73b7d0f9-00ee-4e15-90c8-e691b18891d5-25\" data-testid=\"conversation-turn-24\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"1a833f9b-acf0-45c7-a535-2bef74038f4f\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"streaming-animation markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Banjir besar di Dagestan menyebabkan jutaan warga terdampak, ribuan dievakuasi, serta merusak infrastruktur, pertanian, dan jaringan transportasi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DAGESTAN <\/strong>&#8211; Hingga 1,5 juta warga Republik Dagestan, Rusia, terdampak banjir besar dan masuk dalam zona keadaan darurat, memaksa ribuan orang dievakuasi serta melumpuhkan infrastruktur permukiman, transportasi, dan sektor pertanian di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Republik Dagestan Sergey Melikov menyampaikan, kondisi tersebut terjadi akibat banjir dan cuaca ekstrem yang melanda 11 munisipalitas, sehingga pemerintah menetapkan status darurat dan melakukan penanganan intensif bersama pemerintah pusat dalam rapat yang dipimpin Presiden Rusia Vladimir Putin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dilansir Yugsn, Selasa (08\/04\/2026), pemerintah daerah telah membuka 55 posko penampungan sementara dengan kapasitas lebih dari 1.800 orang untuk menampung warga terdampak. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 orang masih bertahan di posko, sementara lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan, sebanyak 6.229 warga telah dievakuasi, termasuk sekitar 1.300 anak, sementara jutaan warga lainnya berada dalam wilayah berstatus darurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak banjir menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur permukiman. Lebih dari 6.000 rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan, termasuk bangunan rumah susun di sejumlah kota seperti Makhachkala, Buynaksk, dan Derbent. Selain itu, 842 fasilitas sosial penting, seperti gedung layanan publik dan fasilitas umum, turut terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan juga terjadi pada infrastruktur energi, di mana jaringan listrik terdampak di 564 permukiman, serta pasokan gas terganggu di lebih dari 7.000 rumah warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Distrik Buynaksk, pergerakan tanah dan longsor menyebabkan 40 rumah berada di zona rawan. Sementara di Distrik Derbent, jebolnya tanggul dan kompleks bangunan hidroteknik mengakibatkan 258 rumah serta lahan pekarangan di sekitarnya terendam banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sektor pertanian juga mengalami kerugian besar. Melikov menyebutkan, banjir telah menewaskan sekitar 700 ekor sapi dan ternak besar lainnya, lebih dari 2.200 ternak kecil, serta lebih dari 60.000 unggas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan serius juga terjadi pada sektor transportasi. Sebanyak 27 ruas jalan terdampak akibat longsor dan aliran lumpur, termasuk jalan raya federal R-217 Kavkaz, yang sempat memutus akses ke 97 permukiman. Hingga kini, proses pemulihan masih terus dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerusakan juga terjadi pada jalur Kereta Api Kaukasus Utara, di mana pondasi jembatan terkikis hingga menyebabkan sebagian struktur runtuh dan dua segmen rel hanyut terbawa arus. Otoritas perkeretaapian bersama dinas pekerjaan umum kini bekerja dalam status siaga penuh untuk mempercepat pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga saat ini, lebih dari 2.000 rumah masih terendam banjir, disusul lebih dari 2.100 lahan pekarangan serta lebih dari 180 segmen jalan yang terdampak. Upaya pemulihan jaringan listrik terus dilakukan di 200 permukiman, sementara akses transportasi masih terputus di lebih dari 80 permukiman lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah setempat terus mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur guna meminimalkan dampak lanjutan serta memastikan keselamatan warga terdampak bencana. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir besar di Dagestan menyebabkan jutaan warga terdampak, ribuan dievakuasi, serta merusak infrastruktur, pertanian, dan jaringan transportasi. DAGESTAN &#8211; Hingga 1,5 juta warga Republik Dagestan, Rusia, terdampak banjir besar dan masuk dalam zona keadaan darurat, memaksa ribuan orang dievakuasi serta melumpuhkan infrastruktur permukiman, transportasi, dan sektor pertanian di wilayah tersebut. Kepala Republik Dagestan Sergey Melikov &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":176230,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2254],"tags":[19086,19144,19139,19141,19138,19142,19143,19140,19145,19146],"class_list":["post-176229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-internasional","tag-banjir-dagestan","tag-banjir-ekstrem-rusia","tag-banjir-rusia","tag-bencana-dagestan","tag-dagestan","tag-evakuasi-warga-rusia","tag-infrastruktur-rusak-dagestan","tag-sergey-melikov","tag-transportasi-rusia-terganggu","tag-yugsn"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176229"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176309,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176229\/revisions\/176309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}