{"id":176347,"date":"2026-04-08T18:03:03","date_gmt":"2026-04-08T10:03:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176347"},"modified":"2026-04-08T18:03:03","modified_gmt":"2026-04-08T10:03:03","slug":"polemik-ijazah-jokowi-memanas-jk-habiskan-waktu-dan-picu-perpecahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-ijazah-jokowi-memanas-jk-habiskan-waktu-dan-picu-perpecahan\/","title":{"rendered":"Polemik Ijazah Jokowi Memanas, JK: Habiskan Waktu dan Picu Perpecahan"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"b807848b-8b2a-4cb7-b58b-02fec9b8f3d5\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:ad4b4408-fd79-4bd9-bccd-c7afd3f4695f-2\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"ce5c1166-b181-48df-8475-6a5b0385985e\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI dinilai menimbulkan kerugian luas dan memicu perpecahan sosial, sehingga didesak segera diselesaikan.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nJAKARTA<\/strong>&#8211; Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai telah memicu dampak sosial yang luas, mulai dari pemborosan waktu hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara cepat untuk meredam konflik yang berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jusuf Kalla menyampaikan hal itu usai melaporkan Rismon Sianipar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait dugaan penyebaran hoaks yang menyeret namanya dalam polemik tersebut. Laporan itu tercatat dengan nomor LP\/B\/135\/IV\/2026\/SPKT\/Bareskrim Polri tertanggal Rabu (08\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut JK, polemik yang terus bergulir telah menimbulkan kerugian tidak hanya secara materiil, tetapi juga sosial. Ia menilai perdebatan berkepanjangan di ruang publik telah memecah perhatian masyarakat dan mengganggu kehidupan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,&#8221; ujarnya kepada wartawan, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (08\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti munculnya polarisasi akibat pro dan kontra yang terus mengemuka di berbagai platform, termasuk media massa dan televisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waktu kita habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pandangannya, penyelesaian polemik tersebut sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana. JK meyakini bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo memiliki ijazah asli, sehingga cukup dengan menunjukkan dokumen tersebut kepada publik untuk menghentikan perdebatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia pun mendorong agar langkah tersebut segera dilakukan demi mencegah konflik yang lebih luas dan berkepanjangan di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tinggal dikasih lihat (ke) masyarakat saja selesai. Saya yakin itu Pak Jokowi akan begitu karena daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, itulah kita harapkan,&#8221; imbuh JK.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini sebelumnya mencuat setelah muncul berbagai tudingan di ruang publik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, yang kemudian berkembang menjadi polemik nasional dan melibatkan sejumlah pihak. JK berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar stabilitas sosial tetap terjaga. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI dinilai menimbulkan kerugian luas dan memicu perpecahan sosial, sehingga didesak segera diselesaikan. JAKARTA&#8211; Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai telah memicu dampak sosial yang luas, mulai dari pemborosan waktu hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176354,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9295,35],"tags":[6031,19196,7170,1448,4589,2605,2894,1623,2606,18761,19193,19195,19194],"class_list":["post-176347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-bareskrim-polri","tag-berita-nasional","tag-hoaks","tag-ijazah-palsu","tag-jakarta","tag-jk","tag-joko-widodo","tag-jokowi","tag-jusuf-kalla","tag-konflik-sosial","tag-polemik-ijazah-jokowi","tag-politik-indonesia","tag-rismon-sianipar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176361,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176347\/revisions\/176361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}