{"id":176460,"date":"2026-04-08T20:13:18","date_gmt":"2026-04-08T12:13:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176460"},"modified":"2026-04-08T20:14:59","modified_gmt":"2026-04-08T12:14:59","slug":"tragedi-pantai-ulingan-bocah-terseret-arus-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-pantai-ulingan-bocah-terseret-arus-laut\/","title":{"rendered":"Tragedi Pantai Ulingan, Bocah Terseret Arus Laut"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"a78b2fb9-91be-4d94-b2a2-536bb3c50a54\" data-testid=\"conversation-turn-17\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-69d623b4-109c-8324-885d-f7650a289c5b-4\" data-testid=\"conversation-turn-18\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"6832e908-ec71-40ad-b573-5db09b23c995\" data-message-model-slug=\"gpt-5-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Korban terseret arus laut di Pantai Ulingan ditemukan meninggal setelah tiga hari pencarian intensif tim gabungan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Pencarian seorang bocah berusia 10 tahun asal Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang hilang terseret arus di Pantai Ulingan, Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), berakhir tragis. Korban, berinisial R, ditemukan meninggal dunia Selasa, 7 April 2026 pagi setelah tiga hari operasi pencarian intensif tim gabungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Pulau Derawan Iwan Purwanto menjelaskan, jasad R ditemukan pukul 09.47 Wita di perairan sekitar 1,8 kilometer dari titik awal kejadian mengarah ke selatan. Pencarian yang melibatkan penyelaman (search diving), penyisiran perahu di laut, dan patroli sepanjang garis pantai dibagi ke dalam tiga sektor untuk mempercepat proses penemuan korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTim kami bagi ke beberapa sektor agar pencarian lebih efektif dan mempercepat proses penemuan korban,\u201d kata Iwan, sebagaimana dilansir Nomorsatukaltim, Selasa, (07\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu terjadi pada Minggu 5 April 2026 sekitar pukul 14.30 Wita, saat R bersama dua rekannya berenang di Pantai Ulingan. Saksi lain, Muhammad Ariandi (13), sempat memperingatkan mereka agar tidak masuk ke area dalam. Namun, R terseret arus laut hingga hilang dari pengawasan. Sebelumnya, korban datang ke pantai bersama keluarga untuk berwisata dan mencari kerang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dihentikan dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian menekankan pentingnya kewaspadaan bagi wisatawan dan orangtua, terutama saat membawa anak ke pantai, karena arus laut dapat membahayakan kapan saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau para orangtua agar tidak lengah saat membawa anak ke pantai, mengingat potensi bahaya arus laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu,\u201d pungkas Iwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan akan pentingnya pengawasan anak di kawasan pesisir, sekaligus menunjukkan perlunya kesiapsiagaan tim SAR dan aparat dalam menghadapi insiden di laut. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korban terseret arus laut di Pantai Ulingan ditemukan meninggal setelah tiga hari pencarian intensif tim gabungan. BERAU &#8211; Pencarian seorang bocah berusia 10 tahun asal Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang hilang terseret arus di Pantai Ulingan, Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), berakhir tragis. Korban, berinisial R, ditemukan meninggal dunia &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[82,19278,2491,1656,19277,19280,10135,19279,18004,19281],"class_list":["post-176460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berau","tag-bocah-hilang","tag-kaltara","tag-kaltim","tag-pantai-ulingan","tag-pencarian-sar","tag-pulau-derawan","tag-terseret-arus","tag-tragedi-laut","tag-wisata-pesisir-berau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176460"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176470,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176460\/revisions\/176470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}