{"id":176516,"date":"2026-04-09T09:49:38","date_gmt":"2026-04-09T01:49:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176516"},"modified":"2026-04-09T09:49:38","modified_gmt":"2026-04-09T01:49:38","slug":"iran-geram-kesepakatan-damai-disebut-sudah-dilanggar-sejak-hari-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/iran-geram-kesepakatan-damai-disebut-sudah-dilanggar-sejak-hari-pertama\/","title":{"rendered":"Iran Geram! Kesepakatan Damai Disebut Sudah Dilanggar Sejak Hari Pertama"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"16173cf7-f2cf-4e7d-9d29-6cb508e7cdff\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:0ce94cd9-f03a-4c36-a507-18ce7a999707-0\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"e5307ec1-2517-4291-abe6-6dd9eb2a3dba\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Iran menilai gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah dilanggar sejak awal, memicu kembali ketegangan dan meragukan masa depan negosiasi damai.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nTEHERAN <\/b>&#8211; Ketegangan antara <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Iran<\/span><\/span> dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Amerika Serikat<\/span><\/span> kembali meningkat meski kedua negara baru saja mengumumkan gencatan senjata. Teheran menilai kesepakatan tersebut telah ternodai sejak awal karena adanya dugaan pelanggaran terhadap sejumlah poin penting yang sebelumnya disepakati sebagai dasar perundingan damai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Parlemen Iran, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Mohammad Bagher Ghalibaf<\/span><\/span>, menyebut setidaknya tiga klausul dalam proposal 10 poin Iran telah dilanggar bahkan sebelum proses negosiasi dimulai. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X miliknya, Rabu (08\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,&#8221; tulis Ghalibaf, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (08\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, kondisi tersebut membuat dasar negosiasi menjadi tidak relevan. &#8220;Kini, &#8216;dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi&#8217; justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu poin yang dipersoalkan adalah cakupan wilayah gencatan senjata yang seharusnya juga meliputi <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Lebanon<\/span><\/span>. Hal ini sebelumnya turut disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Shehbaz Sharif<\/span><\/span>, yang berperan sebagai mediator dalam kesepakatan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Iran juga menuding adanya pelanggaran berupa serangan drone yang masuk ke wilayah udaranya setelah gencatan senjata diumumkan. Teheran menilai tindakan tersebut bertentangan langsung dengan kesepakatan yang melarang aktivitas militer semacam itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isu lain yang menjadi sorotan adalah penolakan Amerika Serikat dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Israel<\/span><\/span> terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium. Bagi Iran, hal ini merupakan bagian integral dari proposal yang telah diajukan sebagai syarat menuju perdamaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Gedung Putih tetap bersikukuh bahwa penghentian total aktivitas pengayaan uranium oleh Iran merupakan &#8220;garis merah&#8221; kebijakan Washington. Presiden Amerika Serikat, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Donald Trump<\/span><\/span>, sebelumnya menyatakan kesediaannya menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, bahkan menyebutnya sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,&#8221; tulis Trump dalam pernyataannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gencatan senjata ini tercapai setelah Washington menunda rencana serangan lanjutan selama dua pekan, dengan imbalan Iran membuka akses Selat Hormuz. Langkah tersebut menjadi titik awal bagi dimulainya kembali komunikasi diplomatik antara kedua negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, klaim kemenangan justru datang dari kedua pihak. Iran menganggap kesepakatan ini sebagai keberhasilan karena tuntutannya diakomodasi, sementara Trump menyatakan gencatan tercapai karena operasi militer Amerika telah melampaui target yang ditetapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi ini menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berada dalam fase rapuh dan berpotensi memicu ketegangan baru apabila pelanggaran terus terjadi di lapangan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Iran menilai gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah dilanggar sejak awal, memicu kembali ketegangan dan meragukan masa depan negosiasi damai. TEHERAN &#8211; Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat meski kedua negara baru saja mengumumkan gencatan senjata. Teheran menilai kesepakatan tersebut telah ternodai sejak awal karena adanya dugaan pelanggaran terhadap sejumlah poin penting yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176518,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,6796,19317,7612,2496,15078,7906,19316,19318,15308,19157],"class_list":["post-176516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-donald-trump","tag-gencatan-senjata-iran-as","tag-iran","tag-israel","tag-konflik-timur-tengah","tag-lebanon","tag-mohammad-bagher-ghalibaf","tag-pengayaan-uranium","tag-selat-hormuz","tag-shehbaz-sharif"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176520,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176516\/revisions\/176520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}