{"id":176536,"date":"2026-04-09T10:25:49","date_gmt":"2026-04-09T02:25:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176536"},"modified":"2026-04-09T10:37:37","modified_gmt":"2026-04-09T02:37:37","slug":"dendam-kdrt-meledak-anak-tega-habisi-ayah-saat-tidur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dendam-kdrt-meledak-anak-tega-habisi-ayah-saat-tidur\/","title":{"rendered":"Dendam KDRT Meledak, Anak Tega Habisi Ayah Saat Tidur"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"83575a34-7dc0-48d2-9dc9-a229fb6ef48d\" data-testid=\"conversation-turn-5\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-69d702e9-2edc-839f-a1c8-f20148684ac8-0\" data-testid=\"conversation-turn-6\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"4108390a-928d-47f6-aca6-888a671b82da\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dugaan kekerasan dalam rumah tangga menjadi pemicu remaja di Bengkalis nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya saat korban tertidur.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>RIAU <\/b>&#8211; Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung tragedi berdarah di Desa Tasik Serai, Kecamatan Tualang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, setelah seorang remaja nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri saat korban sedang tertidur pada Selasa 7 April 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini melibatkan seorang pemuda berinisial RMMP (19) yang diduga membunuh ayahnya, RP (48), di dalam rumah mereka. Aksi tersebut dilakukan pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB saat korban sedang beristirahat di kamar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan kejadian itu dipicu konflik keluarga yang terjadi pada pagi hari. \u201cKorban (RP) sempat bertengkar dengan saksi 1 (JL) karena korban meminta uang kepada saksi 1 sambil marah-marah dan kemudian sempat terjadi pertengkaran antara korban dan juga saksi 1,\u201d ujar Fahrian dalam keterangannya, sebagaimana dilansir Detikcom, Kamis (09\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertengkaran tersebut terjadi antara korban dan istrinya, JL (43), yang merupakan ibu dari pelaku. Meski sempat terjadi cekcok, JL disebut memberikan uang sebesar Rp150 ribu sebelum meninggalkan rumah untuk pergi ke ladang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi berubah tragis ketika RMMP yang berada di rumah diduga menyimpan emosi atas perlakuan ayahnya terhadap ibunya. Saat korban tertidur, pelaku mengambil parang dari gudang dan masuk ke kamar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada saat itu korban sedang tidur di dalam kamarnya, pelaku yang melihat korban sedang tidur di dalam kamar langsung mengambil parang babat dari gudang rumahnya dan kemudian pelaku sambil membawa parang pergi ke kamar korban,\u201d jelas Fahrian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan dilakukan berulang kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian. \u201cSehingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa tersebut segera diketahui warga dan dilaporkan kepada aparat. Bhabinkamtibmas Desa Tasik Serai yang menerima informasi langsung berkoordinasi dengan petugas piket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar. \u201cSesampainya di TKP piket gabungan menemukan satu orang laki-laki yang diketahui berinisial RP dalam kondisi sudah tergeletak di dalam kamar dengan keadaan tewas,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaku kemudian diamankan di lokasi tanpa perlawanan. \u201cPelaku sudah kami amankan dan masih dalam pemeriksaan intensif,\u201d ucap Fahrian. Ia menambahkan, \u201cPelaku nggak kabur, ada di rumahnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap ayahnya. Polisi mengungkap bahwa ibu pelaku kerap menjadi korban KDRT. \u201c(Motif) sakit hati ibunya sering menerima KDRT,\u201d kata Fahrian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, pelaku telah diamankan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bengkalis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan karena mengindikasikan dampak serius konflik keluarga yang berujung pada tindakan kriminal ekstrem. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugaan kekerasan dalam rumah tangga menjadi pemicu remaja di Bengkalis nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya saat korban tertidur. RIAU &#8211; Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung tragedi berdarah di Desa Tasik Serai, Kecamatan Tualang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, setelah seorang remaja nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri saat korban sedang tertidur pada Selasa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176537,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9426],"tags":[18627,15925,19334,511,19336,17819,19333,15926,5056,19335],"class_list":["post-176536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-riau","tag-anak-bunuh-ayah","tag-bengkalis","tag-desa-tasik-serai","tag-kdrt","tag-kekerasan-rumah-tangga","tag-kriminal-indonesia","tag-pembunuhan-keluarga","tag-polres-bengkalis","tag-riau","tag-tualang-muandau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176536"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176552,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176536\/revisions\/176552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}