{"id":176786,"date":"2026-04-10T12:00:40","date_gmt":"2026-04-10T04:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176786"},"modified":"2026-04-10T12:00:40","modified_gmt":"2026-04-10T04:00:40","slug":"polisi-tegas-dua-pengedar-obat-keras-ilegal-dibekuk-di-tenjo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polisi-tegas-dua-pengedar-obat-keras-ilegal-dibekuk-di-tenjo\/","title":{"rendered":"Polisi Tegas! Dua Pengedar Obat Keras Ilegal Dibekuk di Tenjo"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"bc310f7f-9975-406f-bd03-c8272f8886c1\" data-testid=\"conversation-turn-5\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:f050d340-7205-4a98-a8e0-77f6526fa2d7-9\" data-testid=\"conversation-turn-6\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"71498191-8067-44dd-a5ea-3ab05cbf9f4d\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi mengungkap peredaran obat keras ilegal di Tenjo Bogor dengan menangkap dua pelaku dan menyita ribuan butir Tramadol serta Hexymer.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nJAWA BARAT <\/b>&#8211; Kepolisian menegaskan komitmen memberantas peredaran obat keras ilegal setelah mengungkap jaringan penjualan Tramadol dan Hexymer di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan menangkap dua pelaku dan menyita ribuan butir obat terlarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tenjo Hendrik Hartono mengatakan, pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran obat keras ilegal di lingkungan mereka. \u201cKedua pelaku merupakan warga Kecamatan Tenjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya diduga berperan dalam menjual dan mengedarkan obat keras ilegal tanpa izin edar resmi,\u201d ujarnya, Jumat (10\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua pelaku berinisial AM (27) dan N (28) diamankan pada Kamis 9 April 2026 malam di Kampung Blok Asem, Desa Bojong. Penangkapan dilakukan setelah petugas menindaklanjuti informasi warga yang resah terhadap aktivitas peredaran obat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan barang bukti berupa 1.500 butir obat jenis hexymer dan 2.500 butir tramadol. Selain itu, turut disita tiga unit telepon genggam yang digunakan sebagai sarana transaksi, serta uang tunai sebesar Rp400 ribu yang diduga hasil penjualan obat ilegal tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kapolsek Tenjo, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari langkah preventif dan represif kepolisian dalam menekan peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut dan akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Bogor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Tenjo juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan call center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam, sebagaimana diberitakan Detiknews, Jumat (10\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengungkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pelaku lain sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menekan peredaran obat ilegal di wilayah Bogor. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi mengungkap peredaran obat keras ilegal di Tenjo Bogor dengan menangkap dua pelaku dan menyita ribuan butir Tramadol serta Hexymer. JAWA BARAT &#8211; Kepolisian menegaskan komitmen memberantas peredaran obat keras ilegal setelah mengungkap jaringan penjualan Tramadol dan Hexymer di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan menangkap dua pelaku dan menyita ribuan butir obat terlarang. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176789,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9359,35],"tags":[7793,19564,19565,17885,19566,15341,10176,19563,19562,15342],"class_list":["post-176786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-bogor","tag-hexymer","tag-obat-keras-ilegal","tag-penangkapan-polisi","tag-pengedar-obat","tag-peredaran-obat-ilegal","tag-polres-bogor","tag-polsek-tenjo","tag-tenjo","tag-tramadol"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176786"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176791,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176786\/revisions\/176791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}