{"id":176812,"date":"2026-04-10T14:23:42","date_gmt":"2026-04-10T06:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176812"},"modified":"2026-04-10T14:34:57","modified_gmt":"2026-04-10T06:34:57","slug":"pemprov-kalbar-tunda-jembatan-fokus-perbaiki-jalan-rusak-di-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemprov-kalbar-tunda-jembatan-fokus-perbaiki-jalan-rusak-di-ketapang\/","title":{"rendered":"Pemprov Kalbar Tunda Jembatan, Fokus Perbaiki Jalan Rusak di Ketapang"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"2b4a67ce-9e01-4bc3-8382-0a5ad140f44b\" data-testid=\"conversation-turn-9\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:f050d340-7205-4a98-a8e0-77f6526fa2d7-11\" data-testid=\"conversation-turn-10\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"6d218816-d010-46d1-989f-7c3a4d26398d\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemprov Kalbar mengalihkan anggaran pembangunan jembatan menjadi perbaikan jalan rusak di Ketapang untuk menjaga mobilitas dan distribusi masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memutuskan menunda pembangunan jembatan senilai Rp20 miliar di ruas Pesaguan\u2013Kendawangan, Kabupaten Ketapang, dan mengalihkan anggaran untuk memperbaiki jalan rusak yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKondisi jalan rusak berat dan ini lebih mendesak untuk segera ditangani agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,\u201d kata Gubernur Kalbar Ria Norsan, sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Kamis (10\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan tersebut diambil setelah peninjauan langsung di lapangan yang menunjukkan kerusakan jalan cukup parah, dengan banyak lubang yang berpotensi semakin memburuk saat musim hujan dan menghambat mobilitas warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alih-alih melanjutkan pembangunan jembatan sepanjang 30 meter, Pemprov Kalbar memilih memperbaiki sekitar 3 kilometer ruas jalan. Dari total tersebut, sekitar 2 kilometer akan ditangani secara maksimal, sementara sisanya difungsikan sementara agar tetap dapat dilalui masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ria Norsan, kebijakan ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi barang dan akses antarwilayah yang selama ini terganggu akibat kerusakan infrastruktur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, jembatan yang ada saat ini masih dinilai layak digunakan dalam jangka pendek, dengan catatan dilakukan pengawasan ketat. Pemerintah juga akan memasang rambu-rambu serta memberlakukan pembatasan tonase kendaraan guna menjaga ketahanan jembatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemprov Kalbar turut mengajak pemerintah desa dan perusahaan di sekitar kawasan untuk berperan aktif menjaga kondisi jalan, khususnya dalam mengendalikan beban kendaraan berat yang melintas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah, dengan menempatkan kebutuhan paling mendesak masyarakat sebagai fokus utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan langkah tersebut, diharapkan akses transportasi warga tetap terjaga, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan baru pada tahap berikutnya sesuai kemampuan anggaran daerah. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalbar mengalihkan anggaran pembangunan jembatan menjadi perbaikan jalan rusak di Ketapang untuk menjaga mobilitas dan distribusi masyarakat. KETAPANG &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memutuskan menunda pembangunan jembatan senilai Rp20 miliar di ruas Pesaguan\u2013Kendawangan, Kabupaten Ketapang, dan mengalihkan anggaran untuk memperbaiki jalan rusak yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat. \u201cKondisi jalan rusak berat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176814,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,30],"tags":[13379,19587,692,19589,4861,202,4447,9594,19588,9040],"class_list":["post-176812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-anggaran-daerah","tag-infrastruktur-ketapang","tag-jalan-rusak","tag-jembatan-ditunda","tag-kalimantan-barat","tag-ketapang","tag-pembangunan-jalan","tag-pemprov-kalbar","tag-pesaguan-kendawangan","tag-ria-norsan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176812"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176825,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176812\/revisions\/176825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}