{"id":176832,"date":"2026-04-10T14:52:34","date_gmt":"2026-04-10T06:52:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176832"},"modified":"2026-04-10T14:52:34","modified_gmt":"2026-04-10T06:52:34","slug":"dari-apar-hingga-evakuasi-warga-balangan-dilatih-hadapi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dari-apar-hingga-evakuasi-warga-balangan-dilatih-hadapi-bencana\/","title":{"rendered":"Dari Apar hingga Evakuasi, Warga Balangan Dilatih Hadapi Bencana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BPBD Balangan menggelar edukasi dan simulasi untuk membentuk masyarakat tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nBALANGAN<\/strong>&#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan yang menyasar warga serta pelajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan, Kamis (09\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program bertajuk \u201cWarga Cerdas Tanggap Bencana\u201d ini difokuskan tidak hanya pada penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung penanganan kondisi darurat guna meningkatkan respons cepat masyarakat saat menghadapi bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan Jumaidil Hairi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSosialisasi ini menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kebakaran,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Wartaniaga, Kamis, (09\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman terkait identifikasi risiko, termasuk kemampuan membaca tanda-tanda awal terjadinya bencana. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada prosedur evakuasi, seperti jalur aman dan titik kumpul yang telah ditentukan guna meminimalkan risiko korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSerta simulasi mandiri yaitu praktik langsung penanganan awal saat terjadi bencana guna membangun respons yang cepat dan tepat, seperti memadamkan api menggunakan apar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pendekatan edukatif dan simulatif ini, BPBD Balangan berharap masyarakat tidak hanya memahami konsep kesiapsiagaan, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata saat kondisi darurat terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin setiap warga memiliki \u2018budaya sadar bencana\u2019, sehingga ketika terjadi kondisi darurat, mereka tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat koordinasi dan solidaritas antarwarga dalam menghadapi bencana, sehingga terbentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam mitigasi risiko di wilayah Balangan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Balangan menggelar edukasi dan simulasi untuk membentuk masyarakat tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. BALANGAN&#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan yang menyasar warga serta pelajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan, Kamis (09\/04\/2026). Program bertajuk \u201cWarga Cerdas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":176834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2969,2276],"tags":[8823,17170,19607,9790,12951,13476,19608,19609,19605,19606],"class_list":["post-176832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-balangan-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-balangan","tag-bpbd-balangan","tag-edukasi-kebencanaan","tag-kalimantan-selatan","tag-kesiapsiagaan-bencana","tag-mitigasi-bencana","tag-simulasi-evakuasi","tag-skb-balangan","tag-sosialisasi-bencana","tag-warga-tanggap-bencana"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176836,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176832\/revisions\/176836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}